Pemko Pekanbaru dan APJATEL Tingkatkan Tertib Jaringan Telekomunikasi

  • 08 Mei 2026 12:00 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru menjalin kerja sama lebih erat dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) untuk menertibkan jaringan telekomunikasi di wilayah kota. Langkah ini ditujukan agar jaringan lebih rapi, aman, serta tetap mendukung investasi di Pekanbaru.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, usai mengikuti Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) APJATEL Riau di Hotel Pangeran, Kamis 7 Mei 2026. Ia menyampaikan bahwa telekomunikasi kini menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Pemko ingin layanan telekomunikasi berjalan lancar tanpa mengurangi estetika kota dan kenyamanan warga.

Menurut Ingot, pengelolaan jaringan telekomunikasi harus dilakukan melalui kerja sama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kota Pekanbaru memiliki masyarakat yang beragam dari segi etnis, profesi, dan kepentingan, sehingga penataan jaringan harus dilakukan secara harmonis.

“Kami ingin membangun kerja sama yang baik. Aktivitas usaha tetap berjalan, kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan tampilan kota serta kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga,” ujar Ingot.

Salah satu topik utama dalam rapor adalah rencana penataan kabel udara secara bertahap ke jaringan bawah tanah. Proses ini memerlukan persiapan teknis dan biaya besar, sehingga tidak bisa langsung dilakukan secara menyeluruh.

“Target ke depan, idealnya kabel tidak lagi di udara, tetapi penataan dilakukan bertahap di beberapa lokasi,” jelasnya.

Pemko Pekanbaru juga tengah menyusun regulasi terkait izin jaringan telekomunikasi. Beberapa perusahaan telah mengajukan izin, namun finalisasi peraturan masih berjalan agar aturan realistis dan dapat diterapkan.

“Setelah regulasi siap, akan diterbitkan peraturan wali kota. Kami ingin aturan jelas dan bisa dijalankan bersama,” tambah Ingot.

Ketua Umum APJATEL, Jerry Mangasas Swandy, menegaskan bahwa APJATEL hadir sebagai mitra pemerintah untuk mendukung penataan jaringan telekomunikasi nasional. Masalah kabel fiber optik yang berantakan tidak hanya terjadi di Pekanbaru, tetapi di banyak kota lain di Indonesia. Penataan jaringan memerlukan koordinasi regulasi, investasi besar, dan dukungan pemerintah agar pelayanan masyarakat tetap optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....