Anggota Komisi VI DPR RI Apresiasi UMKM Daur Ulang

  • 05 Mei 2026 23:12 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Riau I, Achmad, menghadiri kegiatan Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar PNM Pekanbaru, Senin 4 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, ia menyempatkan diri mengunjungi stan pelaku UMKM sekaligus berinteraksi langsung dengan para peserta binaan PNM.

Salah satu UMKM yang menarik perhatian Achmad adalah usaha milik Siti Absah, warga Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, yang memanfaatkan limbah botol dan gelas bekas menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.

Menurut Achmad, kreativitas pelaku usaha seperti itu perlu mendapat dukungan karena mampu mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai jual sekaligus membantu menjaga lingkungan.

“Ini sangat luar biasa karena limbah yang dianggap tidak berguna bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan menghasilkan rupiah. Kreativitas seperti ini harus terus didukung agar UMKM kita semakin berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kube Keranjang, Siti Absah Solin menjelaskan usaha yang dijalankannya fokus pada pembuatan kerajinan daur ulang berbahan botol plastik, gelas bekas, dan tali kur. Produk yang dihasilkan pun cukup beragam, mulai dari keranjang belanja, tas mukena, hingga berbagai kerajinan rumah tangga lainnya.

Ia mengatakan dalam menjalankan usahanya, pihaknya bekerja sama dengan Ikatan Pemulung Indonesia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta APMIKIMMDO di bawah binan Sofia Laura Maharani Nasution untuk mendapatkan bahan baku sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

“Kami memanfaatkan limbah plastik yang dikumpulkan para pemulung untuk diolah menjadi produk kerajinan. Alhamdulillah pemasaran produk saat ini sudah sampai ke Malaysia,” katanya.

Selain memproduksi kerajinan, Siti juga membuka pelatihan bagi masyarakat yang ingin belajar membuat produk daur ulang tersebut. Menurutnya, pelatihan itu menjadi salah satu cara untuk mendorong masyarakat lebih kreatif sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Kami juga membuka pelatihan bagi masyarakat yang ingin belajar membuat kerajinan daur ulang agar semakin banyak orang yang bisa memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai jual,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....