Suparman Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Pelecehan Tokoh Adat Dilaporkan ke Polda Riau
- 04 Mei 2026 16:59 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dugaan tindakan tidak beradab yang dilakukan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, Iwan Pansa, terhadap tokoh adat Melayu Riau menjadi sorotan. Video insiden tersebut viral di media sosial dan memicu perhatian publik luas.
Dalam rekaman yang beredar, Iwan tampak marah sambil menunjuk Haji Suparman di hadapan banyak orang. Peristiwa itu terjadi saat Suparman berada di sebuah kedai kopi bersama sejumlah tokoh adat lainnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Suparman menegaskan akan menempuh jalur hukum melalui Polda Riau. Ia menyatakan laporan resmi akan segera diajukan agar kasus ini dapat diusut secara tuntas.
Suparman mengatakan pihaknya akan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian. Ia juga memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga ada keputusan hukum yang jelas.
Sementara itu, Ketua DPH Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan, menilai tindakan tersebut mencoreng marwah masyarakat Melayu. Ia menyebut kejadian ini bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan menyangkut kehormatan adat.
"Tokoh seperti Suparman dan Datuk Taufiq Tambusai telah dipermalukan di depan publik. Menurutnya, peristiwa ini menjadi aib bagi masyarakat Melayu Riau," ujar Muspidauan, Senin 4 Mei 2026.
Ia menegaskan pihaknya akan menempuh dua jalur, yakni hukum negara dan hukum adat. Dalam waktu dekat, laporan dugaan penghinaan akan diajukan ke Polda Riau.
"Kami meminta akan melibatkan unsur adat seperti panglima, laskar, dan hulubalang dalam proses pelaporan. Jika ditemukan unsur ancaman, hal tersebut juga akan dimasukkan dalam laporan resmi," jelasnya.
Muspidauan turut meminta kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap insiden tersebut. Ia menekankan pentingnya menelusuri kemungkinan adanya pengaruh zat tertentu dalam kejadian itu.
Di sisi lain, LAM Riau didorong untuk menjatuhkan sanksi adat kepada pihak yang bersangkutan. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk penegakan nilai budaya Melayu.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik di Riau. Masyarakat berharap penyelesaiannya berjalan adil dan menjadi pembelajaran dalam menjaga etika serta penghormatan terhadap tokoh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....