Ojol Pekanbaru Keluhkan Antrean Panjang BBM

  • 03 Mei 2026 21:23 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Antrean panjang kendaraan terlihat di hampir seluruh SPBU di Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir akibat mulai terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama para pengemudi ojek online yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja setiap hari.

Salah seorang pengemudi ojek online di Pekanbaru, Aditya, mengaku kondisi kelangkaan BBM membuat pendapatannya menurun. Menurutnya, meski permintaan layanan ojek online meningkat karena banyak masyarakat enggan keluar rumah akibat antrean panjang di SPBU, namun waktu kerjanya justru banyak terbuang untuk mengantre BBM.

“Orderan sebenarnya lebih banyak karena masyarakat malas keluar rumah dan lebih memilih pesan ojek online. Tapi kami juga banyak kehilangan waktu di SPBU karena harus antre panjang untuk mendapatkan BBM, sehingga pendapatan ikut menurun,” ujarnya, Minggu 3 Mei 20256.

Ia mengatakan, meski tersedia BBM eceran di pinggir jalan yang bisa menghemat waktu tanpa harus mengantre, harga yang dijual jauh lebih mahal dibandingkan harga di SPBU resmi. Kondisi tersebut membuat pengeluaran operasional pengemudi semakin besar.

“Kalau beli BBM eceran memang lebih cepat, tapi harganya lebih mahal. Mau tidak mau biaya operasional bertambah dan penghasilan jadi berkurang,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Ijal, pengemudi ojek online lainnya di Pekanbaru. Ia mengaku antrean panjang di SPBU membuat waktu kerjanya tidak efektif karena harus menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi bahan bakar.

“Hampir setiap hari harus antre lama di SPBU. Kadang setelah antre panjang, BBM malah habis. Ini tentu sangat mengganggu pekerjaan kami sebagai driver ojol,” katanya.

Para pengemudi ojek online berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengatasi kelangkaan BBM agar distribusi kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

“Kami berharap pasokan BBM segera kembali lancar supaya masyarakat tidak kesulitan dan kami juga bisa bekerja dengan normal lagi,” Ijalr Ijal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....