Antrian Panjang di SPBU, Dinas ESDM Riau Gerak Cepat Koordinasi dengan Pertamina
- 02 Mei 2026 18:24 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Antrian panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru sudah terjadi hampir sepekan terakhir. Antrian panjang tersebut menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi SPBU.
Salah seorang warga Pekanbaru, Andi mengatakan dirinya sudah mendatangi beberapa SPBU yang ada di Pekanbaru, namun kondisinya sama, antrian yang panjang dan lama.
"Saya sudah datang ke beberapa SPBU seperti di Jalan HR Soebrantas, Jalan Ababil dan Jalan Soekarno Hatta tapi sama semua, antri panjang dan lama. Bahkan setelah sampai pada antrian saya petugas mengatakan Pertalite habis, dan menganjurkan agar pindah ke bagian Pertamax, tapi antriannya juga panjang. Terpaksalah saya beli minyak ketengan di pinggir jalan dengan harga yang lebih mahal dibandingkan SPBU," ujar Andi, Sabtu 2 Mei 2026.
Menanggapi kondisi tersebut Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Ismon Simatupang mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut guna memastikan ketersediaan stok Pertalite dan Bio Solar di Riau kembali stabil.
Ismon menuturkan Pertamina memberikan jaminan keamanan pasokan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
"Sudah kami koordinasikan dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Mereka menjamin ketersediaan stok BBM di Riau tetap aman. Pertamina juga telah meningkatkan penyaluran untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendala berarti," kata Ismon, Sabtu 2 Mei 2026.
Ismon menjelaskan guna mengatasi kemacetan distribusi, Pertamina telah menambah pasokan sebesar 20 persen di atas rata-rata konsumsi normal harian. Penambahan stok ini diharapkan mampu mengurai kepadatan di SPBU dan memastikan tangki penyimpanan di setiap stasiun pengisian tidak mengalami kekosongan fisik dalam waktu lama.
Ismon mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying.
"Kami minta masyarakat jangan panik dan belilah bahan bakar secara bijak sesuai kebutuhan. Hal ini penting agar distribusi energi dapat berjalan merata, tepat sasaran, dan tidak terjadi penumpukan antrean yang tidak perlu," tutur Ismon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....