Reses, Anggota DPR RI Karmila Sari Fokus Keluhan Pendidikan

  • 01 Mei 2026 17:29 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru — Anggota Komisi X DPR RI, dapil Riau Hj Karmila Sari, menggelar kegiatan reses bersama warga Kelurahan Tangkerang Selatan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum, Kamis 30 April 2026 sore. Kegiatan ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait minimnya fasilitas pendidikan, hingga akses beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Karmila Sari menjelaskan bahwa sebagai anggota Komisi X DPR RI, dirinya bermitra kerja dengan sektor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)Badan Pusat Statistik (BPS). Dia menegaskan tidak bermitra langsung dengan Kementerian Agama, sehingga bantuan untuk madrasah memiliki keterbatasan.

“Untuk sekolah umum seperti SD, SMP, SMA, dan SMK, kami bisa membantu dengan program beasiswa maupun pembangunan. Tapi untuk madrasah, mekanismenya berbeda karena bukan mitra langsung kami. Meski demikian, ia tetap berkomitmen menampung seluruh aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan melalui jalur yang memungkinkan," ujar politisi Partai Golkar Riau itu.

Dalam dialog, warga dan pengelola MI Darul Ulum mengeluhkan minimnya perhatian terhadap sekolah mereka yang telah berdiri puluhan tahun. Bahkan, pihak kepala sekolah menyebut belum pernah menerima bantuan signifikan untuk peningkatan fasilitas pendidikan.

“Kami berharap ada perhatian agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Kepala Sekolah MI Darul Ulum.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti distribusi Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai belum merata. Menanggapi hal tersebut, Karmila mengimbau masyarakat untuk aktif mendaftarkan data dan memastikan sekolah membuka sistem pendataan agar siswa bisa masuk dalam kuota penerima.

Ia juga menjelaskan besaran bantuan PIP, yakni Rp450 ribu per tahun untuk SD, Rp750 ribu untuk SMP, dan Rp1,8 juta untuk SMA/SMK.

“Kami pastikan bantuan ini langsung masuk ke rekening siswa tanpa potongan. Jika ada oknum meminta biaya, jangan dilayani,” katanya.

Tak hanya itu, Karmila juga menawarkan program beasiswa kuliah gratis bagi siswa kurang mampu, termasuk biaya hidup selama masa studi, dengan syarat menjaga prestasi akademik.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mendorong pengembangan sektor kebudayaan dan keterampilan masyarakat, seperti pelatihan, kegiatan seni, hingga dukungan bagi pelaku UMKM dan pemuda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....