DPKH Riau Intensifkan Seleksi Sapi Kurban Banmas Presiden
- 30 Apr 2026 09:35 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) terus mematangkan persiapan penetapan hewan kurban Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan dengan serangkaian pemeriksaan ketat guna memastikan sapi yang dipilih memenuhi standar kesehatan dan kualitas nasional.
Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan tim teknis telah diturunkan ke sejumlah daerah untuk melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi sapi yang diusulkan. Pemeriksaan meliputi aspek fisik, kesehatan, hingga kelayakan syariat.
“Seluruh sapi yang diusulkan harus melalui tahapan seleksi yang ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pengujian laboratorium. Ini penting untuk menjamin keamanan bagi masyarakat penerima,” ujarnya, Rabu 29 April 2026.
Di Kabupaten Indragiri Hulu, perhatian tim tertuju pada sapi jenis Simental dengan bobot di atas satu ton milik peternak lokal. Sapi tersebut dinilai memiliki potensi kuat sebagai kandidat karena kondisi fisiknya yang prima dan perawatan yang baik.
Sementara itu, di Kabupaten Pelalawan, proses monitoring juga dilakukan terhadap sapi unggulan yang telah lolos pemeriksaan awal. Tim memastikan kondisi hewan tetap stabil melalui pengawasan intensif, termasuk pemberian pakan dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Peninjauan serupa dilakukan di Kota Pekanbaru. Tim DPKH bersama Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Veteriner dan Kesehatan Hewan melakukan pengambilan sampel darah dan feses untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit menular. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas daging kurban yang aman dikonsumsi.
| Baca juga: DPKH Riau Evaluasi Distribusi Jagung SPHP |
Tak hanya itu, Kabupaten Indragiri Hilir juga mengajukan sapi unggulan dengan ukuran besar sebagai kandidat Banmas Presiden. Kehadiran sapi dari berbagai daerah ini menunjukkan potensi peternakan Riau yang mampu menghasilkan hewan kurban berkualitas tinggi.
Menurut Mimi, seluruh kandidat sapi masih harus melewati tahap seleksi akhir sebelum ditetapkan dan diajukan ke pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa prinsip utama dalam penentuan hewan kurban adalah memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
“Pemantauan akan terus dilakukan hingga menjelang penyaluran. Kami ingin memastikan kualitas sapi tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan,” katanya.
Melalui program Banmas Presiden, Pemerintah Provinsi Riau berharap distribusi hewan kurban dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi dorongan bagi peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....