SMA Cendana Taja Turnamen Pickleball Pertama di Pekanbaru, Siapkan Hadiah 40 Juta
- 24 Apr 2026 19:45 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Cendana Pickleball Academy di bawah naungan SMA Cendana Pekanbaru resmi menggelar Turnamen Pickleball perdana yang menjadi sejarah baru di Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau, Jumat 24 April 2026. Kompetisi ini tidak hanya mempertemukan atlet-atlet berbakat, tetapi juga memberikan ruang partisipasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, salah satunya peserta tuna rungu.
Kepala SMA Cendana Pekanbaru, Bambang Kariyawan, mengaku merasa bangga dan haru dapat menjadi tuan rumah ajang olahraga yang sedang digemari ini. Menurutnya, menjadi yang pertama adalah sebuah catatan sejarah yang penting bagi dunia olahraga di daerah.
"Tentunya ketika menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan open turnamen pickleball yang pertama di Pekanbaru, pertama rasa bangga, sekaligus haru. Kenapa bangga dan haru? Karena menjadi yang pertama tentunya menjadi sebuah catatan sejarah untuk bisa melahirkan turnamen-turnamen berikutnya," ujar Bambang.
Ia berharap, ajang ini tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan dapat menjadi awal berkembangnya olahraga pickleball hingga melahirkan prestasi-prestasi membanggakan.
"Karena diselenggarakan di Cendana sebagai sebuah sekolah, tentunya menjadi branding lembaga. Harapannya nantinya pickleball Cendana terus berkembang, bukan hanya turnamen yang ini menjadi yang pertama dan berakhir, tapi akan ada turnamen-turnamen lain. Dan nantinya siswa dan warga sekolah bisa menghasilkan prestasi," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Pengurus Cendana Pickleball Academy, Meiza Ihsan, membenarkan bahwa ini adalah event pickleball pertama dan terbesar yang digelar di Riau. Panitia juga menyiapkan total hadiah yang cukup fantastis untuk memotivasi para peserta.
"Ini adalah event pickleball pertama di Pekanbaru dan di Riau. Tentunya yang ditaja oleh Cendana Pickleball Academy di bawah naungan SMA Cendana Pekanbaru. Kami sangat berharap setelah event ini, pickleball di Kota Pekanbaru dan Riau khususnya bisa menjadi lebih berkembang dan lebih maju ke depannya," kata Meiza.
"Ini juga menjadi event pertama yang terbesar di Kota Pekanbaru dan di Riau. Padahal hadiah yang kami siapkan dengan total prize lebih kurang Rp40.000.000," tambahnya.
Keunikan lain dari turnamen ini adalah keikutsertaan peserta berkebutuhan khusus. Salah satunya adalah Waziful, anak dari orang tua peserta bernama Mentos, yang memiliki keterbatasan pendengaran atau tuna rungu, namun tetap semangat bertanding.
Mentos, selaku orang tua, mengaku sangat mendukung perkembangan olahraga baru ini. Ia berharap pickleball bisa menyebar hingga ke daerah-daerah seperti Kabupaten Siak dan bahkan bisa menjadi ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.
"Saya sebagai orang tua, kita berharap pickleball ini dapat berkembang ke daerah-daerah di Kabupaten Siak. Olahraga baru ini, kita berharap dapat berkembang di Kabupaten Siak, khususnya kemudian di Bukit Sira pada umumnya," ujar Mentos.
"Kami di Siak sudah melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, dan harapan kita juga bisa menjadi ekstrakurikuler di sekolah," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....