Dinkes Provinsi Riau Targetkan Penurunan Angka Stunting Jadi 17 Persen pada 2026
- 20 Apr 2026 14:40 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau terus menjadi prioritas pemerintah daerah. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, angka stunting di Riau berada pada angka 20,1 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menyampaikan bahwa capaian tersebut masih harus ditekan agar sesuai dengan target pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa penurunan angka stunting merupakan bagian dari program nasional yang wajib dicapai oleh pemerintah daerah.
“Beberapa program nasional yang harus kita capai adalah terkait dengan stunting. Stunting kita posisi hari ini adalah 20,1 persen dari hasil survei SSGI tahun 2024. Target ini harus kita turunkan di tahun 2026 menjadi 17 persen,” ujarnya pada Senin 20 April 2026.
Zulkifli menambahkan bahwa target tersebut telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau tahun 2025–2029. Oleh karena itu, berbagai intervensi lintas sektor perlu diperkuat, termasuk peningkatan layanan kesehatan, edukasi gizi, serta perbaikan sanitasi.
Sementara itu, Guru Besar Gizi Masyarakat Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Aslis Wirda Hayati, menyoroti tantangan sosial yang dihadapi dalam penanganan stunting, khususnya di tingkat masyarakat.
Menurutnya, masih terdapat stigma negatif terhadap anak-anak yang telah dinyatakan stunting, yang berdampak pada rendahnya partisipasi mereka dalam kegiatan posyandu.
“Di posyandu, terutama anak-anak yang sudah dinyatakan stunting oleh kader, sering kali tidak mau lagi datang. Ini karena adanya stigma di masyarakat. Mereka merasa diberi label negatif, sehingga secara psikologis enggan untuk hadir,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi para tenaga gizi. Pendekatan yang lebih humanis dan edukatif diperlukan agar keluarga tidak merasa terdiskriminasi.
“Aspek psikologis ini penting. Anak dan keluarganya tidak boleh merasa direndahkan. Ini menjadi tugas ahli gizi untuk memastikan bahwa penanganan stunting tidak justru menimbulkan stigma,” tambahnya.
Para pemangku kepentingan berharap, melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, target penurunan stunting di Riau dapat tercapai secara optimal tanpa mengabaikan aspek sosial dan kemanusiaan dalam penanganannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....