Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk kawasan Pekanbaru Raya

  • 20 Apr 2026 12:17 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat strategi pengelolaan sampah berbasis energi melalui program PSEL untuk kawasan Pekanbaru Raya.

Langkah ditandai penandatanganan MoU oleh Wali Kota Agung Nugroho di Jakarta, disaksikan Hanif Faisol Nurofiq dan SF Hariyanto.

Kerja sama melibatkan pemerintah daerah di Riau, termasuk Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar, mengembangkan sistem pengolahan sampah terintegrasi.

Pemko Pekanbaru mengoptimalkan dua TPA sebagai pusat pengolahan energi, termasuk TPA Muara Fajar yang akan berubah sistem pengelolaannya.

“Di TPA Muara Fajar, pengelolaan tidak lagi menggunakan sistem open dumping. Kita ubah menjadi controlled landfill dengan penutupan membran yang dapat menghasilkan gas metana,” jelas Agung .

Gas metana yang dihasilkan dari proses tersebut akan dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik yang memiliki nilai ekonomis.

“Gas metana ini tidak hanya mengurangi dampak sampah, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” tambahnya.

Selain optimalisasi TPA yang ada, pemerintah juga merencanakan pembangunan TPA baru di wilayah perbatasan Kabupaten Kampar. Lahan yang digunakan merupakan aset Pemerintah Provinsi Riau dan akan dikembangkan melalui kerja sama lintas daerah dalam skema kawasan aglomerasi.

Fasilitas baru tersebut dirancang sebagai pusat PSEL atau waste to energy (WtE) yang melayani pengolahan sampah dari kawasan Pekanbaru Raya.

“Pekanbaru menjadi penyumbang sampah terbesar, sehingga pengembangan ini akan memberi dampak signifikan bagi pengelolaan sampah regional,” ujarnya.

Meski infrastruktur terus dikembangkan, pemerintah menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber sebagai kunci utama keberhasilan program.

“Sampah yang dipilah memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan memudahkan proses pengolahan,” tutupnya.

Program ini diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menghasilkan energi alternatif yang berkelanjutan bagi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....