Hotspot Nihil, Ancaman Karhutla Fase Kedua Mengintai Riau

  • 16 Apr 2026 16:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Candra Irfansyah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini wilayah Provinsi Riau terpantau nihil titik panas (hotspot). Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada fase berikutnya.

Menurutnya, kondisi tanpa hotspot saat ini tidak boleh membuat lengah, karena ancaman kebakaran fase kedua justru berpotensi lebih besar dan berbahaya.

“Walaupun saat ini nihil hotspot, yang harus diwaspadai adalah kebakaran fase kedua dan arah angin,” ujar Candra, Kamis 16 april 2026.

Ia menjelaskan, pada periode kebakaran triwulan pertama 2026, Riau relatif terbantu oleh arah angin yang tidak mengarah ke negara tetangga. Hal ini membuat kabut asap yang sempat terdeteksi melalui pemantauan satelit tidak meluas hingga lintas batas.

“Pada triwulan pertama kita terbantu arah angin, sehingga asap tidak mengarah ke negara tetangga meskipun sempat terpantau satelit,” katanya.

Namun, kondisi tersebut belum tentu terulang pada fase berikutnya. Candra menegaskan bahwa kebakaran berulang dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar karena kondisi lahan yang sudah kering akibat kebakaran sebelumnya akan lebih mudah terbakar kembali.

“Jika terjadi kebakaran kedua, dampaknya bisa lebih dahsyat. Bahan bakar sudah kering dari kebakaran pertama, sehingga api lebih cepat menyebar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa peningkatan kabut asap, tetapi juga kerusakan ekosistem yang lebih parah. Bahkan, potensi terjadinya kabut asap dalam skala besar dinilai sangat mungkin terjadi jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Dampaknya akan luar biasa, baik dari sisi asap maupun kerusakan lingkungan. Ini sangat berpotensi menimbulkan kabut asap,” katanya.

Candra mengimbau seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan tidak melakukan pembakaran lahan, guna menekan risiko karhutla di Provinsi Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....