RCH Pekanbaru Jadi Magnet Baru bagi Komunitas dan Pelaku UMKM Kreatif

  • 13 Apr 2026 08:03 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Riau Creative Hub (RCH) di Kota Pekanbaru terus menunjukkan perannya sebagai ruang kolaborasi yang mendukung perkembangan ekosistem ekonomi kreatif di Provinsi Riau. Kehadiran RCH tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai fasilitas terbuka yang inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat.

Sekretaris Badan Riau Creative Network (BRCN), Raynzi Solihinakta, menjelaskan bahwa hingga kini RCH masih berstatus sebagai bangunan bebas objek pajak. Dengan status tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia tanpa dikenakan biaya, selama kegiatan yang dilaksanakan masih berkaitan dengan 17 subsektor ekonomi kreatif.

“Riau Creative Hub saat ini masih berstatus sebagai bangunan bebas objek pajak. Karena itu, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang ada secara gratis selama kegiatan yang dilaksanakan sejalan dengan 17 subsektor ekonomi kreatif,” ujar Raynzi pada Senin 13 April 2026.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengelolaan berbagai kegiatan di RCH. Baik acara kecil maupun besar, kebutuhan pelaksanaan biasanya diupayakan secara mandiri melalui kontribusi internal dari para pengelola dan komunitas yang terlibat.

“Untuk penyelenggaraan acara, kami biasanya melakukannya secara gotong royong. Besar atau kecilnya kegiatan akan disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk melalui iuran bersama,” katanya.

Raynzi menambahkan, sejumlah fasilitas pendukung sudah tersedia di RCH, mulai dari sistem suara, pencahayaan, banner, hingga layanan percetakan. Apabila kebutuhan acara melebihi fasilitas yang ada, pengelola juga memiliki opsi untuk meminjam perlengkapan tambahan dari UPT Bandar Serai.

“Sejumlah fasilitas penunjang sudah tersedia di RCH. Namun, jika masih ada kebutuhan tambahan, kami juga dapat berkoordinasi untuk meminjam peralatan dari UPT Bandar Serai,” tuturnya.

Dalam hal dukungan sponsor, RCH tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Meski demikian, ada batasan yang diterapkan dalam menerima sponsor, yakni tidak bekerja sama dengan produk rokok maupun alat kontrasepsi.

“Kami terbuka terhadap kerja sama sponsor, tetapi ada batasan yang kami terapkan. Produk rokok dan alat kontrasepsi tidak menjadi bagian dari sponsor yang kami terima,” ujar Raynzi.

Selain menjadi ruang bagi komunitas kreatif, RCH juga aktif melibatkan pelaku UMKM dalam setiap kegiatan. Raynzi menyebut, saat ini RCH memiliki basis data sekitar 40 hingga 50 pelaku usaha yang siap dilibatkan secara bergilir sesuai kebutuhan acara.

“Kami memiliki data sekitar 40 sampai 50 pelaku UMKM yang biasa kami libatkan secara bergantian dalam berbagai kegiatan,” ujarnya.

Untuk kegiatan dengan skala yang lebih kecil, pendekatan yang digunakan pun lebih fleksibel. Pengelola kerap melibatkan pedagang kaki lima di sekitar lokasi agar manfaat kegiatan juga dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil setempat.

“Kalau kegiatannya kecil, kami sering bekerja sama dengan pedagang di sekitar lokasi. Misalnya, kami langsung memesan makanan dari penjual terdekat agar manfaatnya juga dirasakan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Salah satu kegiatan unggulan yang pernah diselenggarakan di RCH adalah Forum Asik Kumpul Komunitas (Fakultas). Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan lintas komunitas untuk memperkuat jaringan, membuka ruang diskusi, dan mendorong pertukaran ide di antara para pelaku kreatif dari berbagai bidang.

Melalui berbagai aktivitas tersebut, Riau Creative Hub menunjukkan konsistensinya sebagai ruang kreatif yang terbuka, kolaboratif, dan mendorong partisipasi masyarakat dari beragam latar belakang.

“Kami ingin RCH terus menjadi ruang yang hidup, tempat berbagai komunitas bisa bertemu, berkolaborasi, dan tumbuh bersama dalam ekosistem ekonomi kreatif di Riau,” kata Raynzi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....