Pemko Pekanbaru Percepat Infrastruktur Melalui Kolaborasi dengan Swasta

  • 11 Apr 2026 13:57 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pola pembangunan di Kota Pekanbaru kini diarahkan pada kerja sama yang lebih luas dengan badan usaha dan pihak swasta. Pemerintah kota tidak lagi hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga membuka ruang partisipasi dari berbagai pihak untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan bahwa konsep pembangunan yang dijalankan saat ini bertumpu pada kemitraan yang dilakukan secara sukarela. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi pembeda dari pola sebelumnya karena tidak mengandung unsur tekanan terhadap pihak mana pun.

“Kolaborasi tanpa ada unsur paksaan. Bisa dicek ke mana saja. Paradigmanya saat ini sudah berbeda,” ujar Agung, Jumat 10 April 2026.

Ia menilai, keterlibatan sektor swasta mampu membantu pemerintah mempercepat penyediaan infrastruktur sekaligus membuat penggunaan APBD menjadi lebih terarah. Dengan demikian, anggaran daerah dapat difokuskan pada bidang-bidang prioritas lain yang juga membutuhkan perhatian besar dari pemerintah.

Di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, sejumlah pembangunan mulai melibatkan dukungan swasta. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mempercepat kemajuan kota serta meningkatkan mutu layanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Agung menjelaskan bahwa sejumlah program yang dibiayai dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), seperti perbaikan jalan, penguatan sarana infrastruktur, dan peningkatan sektor kesehatan, ikut membangun kepercayaan masyarakat serta pelaku usaha. Kondisi ini mendorong semakin banyak pihak untuk ambil bagian dalam pembangunan kota.

“Sehingga hari ini berlomba-lomba lah masyarakat maupun badan usaha, tanpa unsur pemerasan untuk membangun daerah. Kita juga tidak menerima duit, kita mempersilahkan mereka untuk membangun sendiri,” jelasnya.

Beberapa pembangunan yang telah direalisasikan melalui dukungan pihak swasta tanpa membebani APBD di antaranya belasan halte Bus Trans Metro Pekanbaru di sejumlah ruas jalan, taman di kawasan Simpang Sebidang Arifin Ahmad, bundaran dan air mancur di depan Mal Pekanbaru Sudirman, serta taman di bawah Jembatan Leighton 1.

Menurut Agung, keberhasilan pola kolaborasi ini sangat ditentukan oleh komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pihak swasta. Ia menyebut, sebagian ide pembangunan justru muncul dari usulan langsung badan usaha yang ingin berkontribusi terhadap perkembangan Pekanbaru. “Kita memang mengutamakan berkomunikasi dengan baik, dan mereka ini yang mengusulkan surat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....