Armada Udara Diperkuat, Penanganan Karhutla Riau Dioptimalkan
- 09 Apr 2026 09:54 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah terus memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dengan mengandalkan dukungan armada udara. Strategi ini dinilai efektif untuk mempercepat deteksi titik panas sekaligus mempercepat proses pemadaman, terutama di wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Sebanyak lima unit helikopter kini disiagakan dalam operasi tersebut. Dua unit difokuskan untuk water bombing, sementara tiga lainnya digunakan untuk patroli udara guna memantau perkembangan titik api secara langsung dari udara.
Selain itu, dua unit pesawat jenis Cassa juga dikerahkan untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif dengan menciptakan hujan buatan di daerah rawan kebakaran agar potensi karhutla dapat ditekan sejak dini.
Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, mengatakan bahwa peran armada udara sangat krusial dalam mendukung pengendalian karhutla, khususnya di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem.
“Armada udara menjadi andalan kita dalam melakukan pemantauan dan penanganan cepat. Dengan patroli rutin dan water bombing, kita bisa menekan potensi kebakaran sebelum meluas,” ujarnya, Kamis 9 April 2026.
Ia menjelaskan, patroli udara yang dilakukan secara berkala memungkinkan tim gabungan segera mengambil tindakan saat ditemukan indikasi titik panas.
“Begitu terdeteksi titik api, tim bisa langsung bergerak cepat. Ini yang membuat penanganan menjadi lebih efektif dan terkoordinasi,” katanya.
Sebagai tambahan kekuatan, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengirimkan satu unit helikopter water bombing jenis MI-8 ke Riau. Helikopter tersebut tiba di Pekanbaru pada Selasa (7/4/2026) dan langsung dioperasikan untuk mendukung pemadaman di wilayah rawan.
“Dukungan dari BNPB ini tentu sangat membantu, terutama untuk mempercepat penanganan di daerah prioritas seperti Bengkalis,” ungkap Edy.
Dengan kombinasi patroli udara, pemadaman melalui water bombing, serta operasi modifikasi cuaca, pemerintah optimistis pengendalian karhutla di Riau dapat berjalan lebih optimal dan risiko kebakaran besar dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....