Satpol PP Tertibkan PKL di Kawasan SKA Pekanbaru
- 09 Apr 2026 09:00 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Mal SKA semakin menjadi perhatian karena dinilai mengganggu fungsi ruang publik. Aktivitas berjualan yang memanfaatkan trotoar hingga badan jalan menyebabkan terganggunya mobilitas pejalan kaki serta menurunkan kenyamanan pengguna jalan.
Kondisi tersebut juga berdampak langsung pada lalu lintas, terutama pada sore hingga malam hari ketika aktivitas PKL meningkat. Kepadatan kendaraan kerap terjadi akibat penyempitan ruang jalan yang digunakan untuk berjualan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, menyatakan bahwa kawasan SKA menjadi salah satu fokus utama penertiban karena tingginya intensitas aktivitas PKL di lokasi tersebut. Ia mengatakan,
“Di kawasan SKA ini memang menjadi perhatian kami. Aktivitas PKL cukup tinggi, terutama sore hingga malam, dan banyak yang menggunakan trotoar serta badan jalan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.” ujarnya Rabu 8 April 2026
Menurutnya, penanganan tidak hanya dilakukan di satu titik, tetapi mencakup berbagai lokasi lain yang memiliki permasalahan serupa. Beberapa kawasan seperti Jalan HR Soebrantas, Jalan Arifin Ahmad, dan Jalan Diponegoro turut menjadi sasaran pengawasan.
Ia menegaskan bahwa upaya ini dilakukan secara menyeluruh guna menciptakan ketertiban yang lebih merata. “Penanganan ini kami lakukan secara menyeluruh. Di Soebrantas, khususnya di kawasan pasar jongkok, juga cukup tinggi aktivitasnya. Begitu juga di Arifin Ahmad dan Diponegoro yang setiap hari kami lakukan pengawasan,” ujarnya.
Di lapangan, Komandan Regu (Danru) Pleton 6 Satpol PP Pekanbaru, Hendri, menjelaskan bahwa patroli rutin terus dilakukan untuk memastikan penertiban berjalan konsisten. Tim melakukan penyisiran di sepanjang ruas jalan strategis, termasuk dari Jalan Arifin Ahmad hingga kawasan SKA.
Sementara itu, satu pleton lainnya difokuskan di Jalan Soebrantas, khususnya pada area dengan aktivitas pasar jongkok yang tinggi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penegakan ketertiban dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan untuk menjaga fungsi ruang publik tetap optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....