LAM Pekanbaru Dukung Penamaan Pintu Tol Dengan Nama Tokoh Adat

  • 09 Apr 2026 08:37 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dukungan terhadap pelestarian nilai sejarah daerah kembali disuarakan oleh tokoh adat di Pekanbaru. Ketua Umum MKA Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, menyatakan persetujuannya terhadap usulan Wali Kota Agung Nugroho untuk menggunakan nama tokoh pendiri kota sebagai identitas salah satu pintu tol.

Menurutnya, gagasan tersebut bukan sekadar penamaan simbolik, melainkan bagian dari upaya menjaga marwah serta memperkuat identitas budaya daerah.

“Kami dari MKA LAM Riau Kota Pekanbaru memberikan dukungan penuh dan apresiasi setinggi-tingginya atas gagasan Wako Agung Nugroho. Ini adalah langkah mulia dalam memperkuat identitas budaya sekaligus merawat ingatan kolektif masyarakat.” ujarnya Selasa 7 April 2026

Penamaan pintu tol dengan nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah dinilai memiliki nilai strategis. Selain berfungsi sebagai akses utama mobilitas masyarakat, pintu tol juga dapat menjadi representasi daerah yang mengandung nilai historis dan memperkenalkan warisan lokal kepada masyarakat luas.

Lebih lanjut, ia menekankan langkah ini berpotensi menjadi sarana edukatif, khususnya bagi generasi muda, agar tetap mengenal akar sejarah di tengah perkembangan pembangunan.

“Ini bukan hanya soal nama, tetapi bagaimana kita menjaga jati diri daerah. Pintu tol sebagai akses utama keluar-masuk kota sangat tepat jika disematkan nilai historis lokal," ujarnya.

Dalam pandangannya, pembangunan infrastruktur modern tidak seharusnya menghapus identitas budaya yang telah diwariskan. Ia menilai terdapat keseimbangan yang perlu dijaga antara kemajuan fisik dan pelestarian nilai tradisi.

“Pembangunan jalan tol tentu mendorong pertumbuhan ekonomi, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, identitas lokal harus tetap menjadi bagian dari pembangunan tersebut," katanya.

Ia juga menilai inisiatif ini mencerminkan sinergi antara modernisasi dan kearifan lokal. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus mengandung nilai budaya.

“Melalui penamaan ini, kita diingatkan bahwa membangun masa depan tidak boleh melupakan sejarah. Ini adalah langkah yang sangat bijak," tuturnya

Sebagai bentuk komitmen, LAM Riau Kota Pekanbaru menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengawal realisasi usulan tersebut. Harapannya, gagasan ini dapat segera memperoleh persetujuan dari pihak terkait dan menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat.

“Semoga ini bisa segera terwujud dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....