Anggota DPRD Riau Kritik Kebijakan WFH untuk Penghematan Energi

  • 07 Apr 2026 16:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRi.CO.ID, Pekanbaru - Anggota Komisi I DPRD Riau, Andi Darma Taufik, memberikan tanggapan kritis terhadap kebijakan Work From Home (WFH) yang akan diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai pekan ini. Ia menilai kebijakan tersebut tidak efektif dalam menghemat energi dan dapat berdampak pada pelayanan publik.

Menurut Andi, penerapan WFH setiap hari Jumat akan mengganggu pelayanan publik. Ia mengungkapkan bahwa dalam prakteknya, kebijakan tersebut bisa menyebabkan pegawai menambah libur panjang akhir pekan dengan tidak masuk kerja pada hari Jumat.

"Penerapan WFH setiap Jumat ini bisa mengurangi efektifitas kerja pegawai, karena banyak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memperpanjang akhir pekan," ujarnya pada Selasa 7 April 2026.

Andi juga menilai bahwa kebijakan WFH bukanlah langkah yang tepat dalam upaya penghematan energi. Ia mempertanyakan apakah kebijakan ini sudah dipertimbangkan dengan matang, terutama terkait efektivitasnya dalam mengurangi konsumsi energi.

"Apakah kebijakan pusat ini betul-betul sudah dikaji? Saya kira kebijakan ini kurang pas dilakukan dalam konteks penghematan energi," ungkapnya.

Menurut Andi, jika tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM), maka yang perlu dibatasi adalah penggunaan kendaraan, bukan memaksa pegawai untuk bekerja dari rumah.

"Bukan orangnya yang disuruh bekerja di rumah, tapi kendaraannya yang harus dibatasi penggunaannya," ujarnya.

Andi juga menekankan bahwa kebijakan WFH yang diterapkan pada hari Jumat seharusnya tidak menjadi masalah utama. Menurutnya, yang lebih penting adalah pengurangan penggunaan kendaraan yang mengonsumsi BBM.

"Yang memakai minyak atau bensin itu kendaraannya, bukan orangnya," tegasnya.

Sementara itu, Andi mengatakan bahwa kebijakan WFH, meskipun diterapkan setiap Jumat, tetap tidak akan efektif dalam mencapai tujuan penghematan energi.

"Kebijakan WFH tidak akan efektif dalam menghemat energi, karena esensinya bukan pada siapa yang bekerja di rumah, tapi pada pembatasan penggunaan kendaraan yang menghasilkan emisi dan mengonsumsi bahan bakar," tuturnya.

Andi menegaskan bahwa pemerintah seharusnya memfokuskan upaya penghematan energi dengan membatasi penggunaan kendaraan bermotor, daripada menerapkan kebijakan WFH yang tidak berdampak langsung pada konsumsi energi.

“WFH tidak efektif dalam penghematan energi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....