Kasus AIDS di Riau Didominasi Usia Produktif
- 06 Apr 2026 17:00 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kasus AIDS di Provinsi Riau hingga akhir 2025 masih didominasi kelompok usia produktif. Data menunjukkan sekitar 77 persen kasus berasal dari rentang usia 25 hingga 49 tahun, yang merupakan kelompok aktif bekerja dan berperan sebagai penopang ekonomi keluarga.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Riau, Wildan Asfan Hasibuan, menyebut kondisi ini menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
“Mayoritas kasus berada di usia produktif. Ini menjadi alarm bagi kita semua karena mereka adalah tulang punggung keluarga,” ujarnya, Senin 6 April 2026.
Selain itu, kelompok usia 20–24 tahun menyumbang sekitar 10 persen kasus, sedangkan usia di atas 50 tahun mencapai 9 persen. Sisanya berasal dari kelompok usia anak-anak dan remaja.
Dari sisi jenis kelamin, kasus juga didominasi laki-laki. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, sekitar 88 persen kasus terjadi pada laki-laki, sementara perempuan hanya sekitar 12 persen.
Wildan menjelaskan, tingginya angka pada laki-laki berkaitan dengan masih adanya perilaku berisiko yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Faktor perilaku masih menjadi tantangan utama, sehingga edukasi harus terus diperkuat, terutama pada kelompok berisiko,” katanya.
Secara kumulatif, jumlah kasus AIDS di Riau hingga Desember 2025 mencapai 4.480 orang. Kota Pekanbaru mencatat angka tertinggi dengan 2.746 kasus, disusul Indragiri Hilir sebanyak 308 kasus dan Dumai 300 kasus.
Menurutnya, tingginya angka di wilayah perkotaan tidak terlepas dari mobilitas penduduk yang tinggi serta akses layanan kesehatan yang lebih baik, sehingga lebih banyak kasus dapat terdeteksi.
Sebagai langkah penanganan, KPA Riau terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan dan deteksi dini. Pemeriksaan HIV secara berkala juga terus didorong.
“Jangan takut untuk tes HIV. Semakin cepat diketahui, pengobatan bisa segera dilakukan dan kualitas hidup tetap terjaga,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV). Dukungan dari keluarga dan lingkungan dinilai sangat berpengaruh dalam proses pengobatan dan keberlangsungan hidup pasien.
“ODHIV bukan untuk dijauhi. Mereka tetap bisa hidup normal dan produktif selama menjalani pengobatan dengan baik,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....