Pemko Pekanbaru Siapkan SDM Lokal Hadapi Serapan Tenaga Kerja KIT

  • 05 Apr 2026 16:18 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru menyoroti urgensi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menghadapi kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Industri Tenayan (KIT). Kawasan ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 14 ribu tenaga kerja saat mulai beroperasi.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pekanbaru, Masykur Tarmizi, menegaskan bahwa tanpa persiapan yang matang, peluang kerja tersebut berpotensi diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.

“Kalau tidak kita siapkan, maka tenaga kerja dari luar yang akan mengisi kebutuhan tersebut,” ujarnya, Minggu 5 April 2026.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemko Pekanbaru terus mendorong penguatan pendidikan vokasi sebagai sarana mencetak tenaga kerja yang siap masuk dunia industri. Upaya ini sebenarnya telah dimulai sejak 2014 melalui pembentukan Yayasan Tengku Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah.

Namun, inisiatif tersebut menghadapi kendala regulasi yang tidak lagi memperbolehkan pemerintah daerah mendirikan yayasan untuk perguruan tinggi. Selain itu, usulan pembangunan pendidikan vokasi berbasis hilirisasi kelapa sawit yang sempat disetujui pemerintah pusat juga akhirnya tidak terealisasi.

“Padahal saat itu sudah ada persetujuan, tetapi kemudian dialihkan ke provinsi lain,” jelas Masykur.

Pada tahun 2022, Pemko kembali mencoba mengusulkan pendirian perguruan tinggi vokasi negeri. Akan tetapi, rencana tersebut terhambat oleh kebijakan moratorium pendirian perguruan tinggi negeri.

Sebagai alternatif, pemerintah pusat menyarankan kerja sama melalui skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) dengan politeknik. Pemko pun menjalin komunikasi dengan Politeknik Batam, meskipun hingga kini belum terealisasi akibat dinamika internal pemerintahan.

Ke depan, Pemko Pekanbaru berharap adanya dukungan lintas pihak, termasuk dari pemerintah pusat, agar pembangunan pendidikan vokasi dapat terwujud. Kehadiran institusi ini dinilai krusial untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompetitif dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....