DPRD Riau Dorong Proses Relokasi Warga TNTN Berjalan Lancar

  • 02 Apr 2026 09:56 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Relokasi warga dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau hingga kini belum tuntas. Meski pemerintah pusat mendorong percepatan, proses di lapangan terkendala oleh resistensi warga dan kompleksitas administratif.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan telah menyiapkan lokasi baru untuk relokasi, termasuk lahan perkebunan. Sementara kawasan TNTN yang sebelumnya digunakan untuk kebun sawit ilegal akan dikembalikan sebagai area konservasi untuk melindungi satwa, termasuk gajah.

Anggota DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim, menegaskan pentingnya kepastian bagi warga.

“Relokasi memang sudah direncanakan, tapi keputusan akhir tetap di pemerintah pusat. Kami mendorong percepatan agar warga memiliki kepastian, namun tidak bisa memaksa tanpa persetujuan pusat,” ujarnya, Rabu 1 April 2026.

Ia menambahkan bahwa warga membutuhkan kesempatan membangun kembali ekonomi mereka.

“Selain kepastian hukum, warga juga perlu mendapat kesempatan membangun kembali ekonomi mereka. Relokasi harus jelas lokasinya dan memberi manfaat bagi kehidupan mereka ke depan,” kata Azmi.

Beberapa lokasi yang disiapkan untuk relokasi antara lain Gondai dan Langgam di Kabupaten Pelalawan, serta Cerenti di Kuantan Singingi. Setiap lokasi dipersiapkan agar warga dapat menata kembali kehidupan mereka dengan fasilitas dasar yang memadai.

DPRD Riau akan terus memantau proses relokasi ini agar tidak menimbulkan masalah baru dan memastikan koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pusat berjalan lancar.

Selain itu, legislator menekankan pentingnya pengembalian kawasan TNTN menjadi hutan lindung, mengingat kawasan ini memiliki nilai ekologis tinggi. Pemulihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kelestarian flora dan fauna tetap terjaga.

Nur Azmi menutup pernyataannya dengan harapan agar proses relokasi segera selesai.

“Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama, sehingga warga memperoleh kepastian hukum dan lingkungan TNTN tetap terlindungi,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....