Pentingnya Istiqamah Menjaga Kesucian Diri Pasca Ramadhan
- 25 Mar 2026 08:21 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjaga kesucian diri setelah Hari Raya Idulfitri menjadi hal penting yang harus terus diupayakan oleh setiap muslim. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Kh. Dr. H. Khairuddin Saleh, M.Pd.I, CAH., saat dihubungi melalui saluran telepon, Rabu pagi, 25 Maret 2026.
Ia menegaskan, Ramadhan adalah madrasah pembinaan diri, dan Syawal adalah ujian sejauh mana kita mampu mempertahankan kesucian tersebut. Menurutnya, banyak umat Islam yang mengalami penurunan kualitas ibadah setelah Ramadhan berakhir.
"Momentum Idulfitri seharusnya menjadi titik awal untuk menjaga konsistensi dalam beribadah, bukan justru kembali pada kebiasaan lama yang kurang baik", ujar Kiyai Khairuddin.
Ia menjelaskan bahwa kesucian diri tidak hanya dimaknai secara lahiriah, tetapi juga mencakup kebersihan hati, lisan, dan perilaku. Menjaga diri dari perbuatan dosa seperti ghibah, iri hati, dan ucapan yang menyakitkan merupakan bagian penting dalam mempertahankan nilai-nilai Ramadhan.
Lebih lanjut, ia menganjurkan umat Islam untuk tetap menjalankan ibadah sunnah, seperti puasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Yang artinya :
“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)
Selain itu, Kiyai Khairuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan Al-Qur’an. Allah SWT dalam Al-Qur’an berfirman dalam Surah Al-Ahqaf ayat 13, yang berbunyi :
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Yang artinya :
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqamah, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati” (QS. Al-Ahqaf: 13).
Ustadz Khairuddin menambahkan lingkungan juga berperan besar dalam menjaga kesucian diri. Ia mendorong masyarakat untuk tetap berada dalam lingkungan yang mendukung kebaikan, seperti mengikuti majelis ilmu dan memperbanyak kegiatan keagamaan.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak umat Islam untuk terus melakukan muhasabah diri setelah Ramadhan. Dengan menjaga konsistensi ibadah dan memperbaiki akhlak, diharapkan nilai-nilai kesucian yang telah dibangun selama bulan suci dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....