PWI Riau - IKWI Gelar Buka Puasa Bersama
- 10 Mar 2026 20:59 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) menggelar acara berbuka puasa bersama di Gedung PWI Riau, Selasa 10 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara insan pers, keluarga wartawan, dan pemerintah daerah.
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Zulkifli Syukur, dalam sambutannya mengatakan pemerintah daerah memandang pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Zulkifli menjelaskan, pemerintah tidak dapat menjangkau seluruh masyarakat secara langsung, terutama yang berada di daerah terpencil. Oleh karena itu, peran media dan wartawan sangat penting untuk menyampaikan program pembangunan kepada publik.
“Ini merupakan sesuatu yang membanggakan bagi kami. Selama ini pemerintah dapat bersuara dan bertemu melalui kawan-kawan wartawan. Pers merupakan mitra utama pemerintah,” ujar Zulkifli.
Ia juga menyebutkan bahwa media berperan sebagai mata dan telinga pemerintah dalam menyampaikan berbagai kebijakan dan program pembangunan kepada masyarakat luas.
“Tidak semua pemerintah bisa langsung memberikan informasi kepada masyarakat, apalagi masyarakat yang berada di luar daerah dan pelosok. Karena itu kami meminta media dan wartawan untuk membantu menyampaikan informasi, terutama terkait program-program pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar menyampaikan PWI Riau terus berupaya menjaga profesionalisme wartawan sesuai dengan kode etik jurnalistik.
Ia menyebut kondisi kantor PWI Riau menjadi simbol komitmen organisasi dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Namun, menurutnya, dunia pers saat ini menghadapi berbagai tantangan yang cukup berat, baik dari sisi bisnis media maupun perkembangan teknologi informasi.
Isyam menyoroti maraknya penggunaan media sosial yang sering kali menyebarkan informasi lebih cepat dibandingkan media arus utama, namun tidak selalu memiliki akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Media sosial sekarang sudah menjadi sumber informasi yang sangat cepat, tetapi sering kali akurasinya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyinggung persoalan banyaknya pihak yang mengaku sebagai wartawan namun tidak bekerja secara profesional dan tidak mengikuti kode etik jurnalistik.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi media yang benar-benar menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
“Ada banyak yang mengaku wartawan tetapi tidak bekerja sesuai kode etik jurnalistik. Ini menjadi tantangan bagi media yang benar-benar bekerja secara profesional,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat memberikan perhatian kepada media dan wartawan yang menjalankan tugasnya secara profesional dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....