Pemkab Meranti Pastikan Ketersediaan BBM Aman

  • 09 Mar 2026 14:55 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman. Pemantauan distribusi terus dilakukan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala Disperindag Kepulauan Meranti, Marwan, mengatakan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan stok BBM di Selatpanjang masih mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Berdasarkan pemantauan kami, ketersediaan BBM di Meranti masih aman. Masyarakat tidak perlu khawatir karena distribusi tetap berjalan normal,” ujar Marwan, Senin 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan, saat ini dua SPBU utama di Selatpanjang masih memiliki cadangan bahan bakar yang memadai. SPBU Alahair tercatat memiliki stok sekitar 270 kiloliter, sedangkan SPBU Imam Bonjol menyiapkan sekitar 80 kiloliter untuk melayani kebutuhan harian kendaraan masyarakat.

Menurut Marwan, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor BBM, untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar dan tidak mengalami kendala.

“Koordinasi dengan distributor terus kami lakukan agar distribusi tetap stabil dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.

Selain memantau ketersediaan stok di SPBU, Disperindag juga mengingatkan para pengecer agar tidak melakukan penimbunan BBM. Marwan menegaskan praktik tersebut dapat memicu kelangkaan dan mengganggu rantai distribusi yang sudah berjalan.

“Kami minta pengecer tidak menimbun BBM. Setelah mendapatkan pasokan, sebaiknya langsung dijual kepada masyarakat agar distribusi tetap lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin yang turut meninjau kondisi SPBU di Selatpanjang memastikan antrean kendaraan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak disebabkan oleh kekurangan stok.

Menurutnya, meskipun antrean terlihat cukup panjang, ketersediaan BBM di SPBU masih mencukupi dan proses distribusi berjalan tanpa kendala berarti.

“Dari hasil monitoring, stok masih tersedia dan distribusi berjalan normal,” ujarnya.

Muzamil juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pasokan BBM untuk Kepulauan Meranti akan kembali bertambah. Pada 11 Maret mendatang diperkirakan akan masuk tambahan pasokan sekitar 300 kiloliter untuk memperkuat cadangan energi di daerah tersebut.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Menurutnya, tindakan panic buying justru dapat mengganggu distribusi dan berpotensi menimbulkan kelangkaan di lapangan.

“Tidak perlu membeli dalam jumlah besar. Pasokan tetap ada dan akan terus ditambah,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah pekerja transportasi mengeluhkan antrean panjang di SPBU yang dinilai cukup menyita waktu. Ketua Becak Ojek Terminal Selatpanjang (BOTS), Evisal, mengatakan beberapa kios eceran mulai kehabisan stok sehingga pengemudi harus mengisi BBM langsung di SPBU.

Ia berharap ada solusi dari pemerintah daerah, termasuk kemungkinan penambahan jam operasional SPBU, agar para pekerja yang beraktivitas hingga malam hari tetap bisa memperoleh BBM tanpa harus menunggu antrean panjang.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah menyatakan akan berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan penyesuaian jam operasional guna mengurangi kepadatan antrean.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....