FLP Kampar Gelar Parade Puisi Palestina

  • 09 Mar 2026 09:22 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Dalam semangat solidaritas kemanusiaan dan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina, Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Kampar menggelar kegiatan Parade Puisi untuk Palestina (PUPA) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H dan berlangsung di halaman Perpustakaan Daerah Kampar, Bangkinang.

Acara yang dilaksanakan setelah salat Asar hingga menjelang waktu berbuka puasa ini merupakan bagian dari gerakan serentak yang diselenggarakan FLP di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung tema “Puisi sebagai Kesaksian, Solidaritas, dan Perlawanan Kemanusiaan untuk Palestina,” kegiatan ini menjadi ruang bagi para penulis dan masyarakat untuk menyampaikan kepedulian melalui karya sastra.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an yang menambah suasana khidmat. Setelah itu, FLP Cabang Kampar membacakan pernyataan sikap untuk Palestina, menegaskan bahwa sastra tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga wujud keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan.

Ketua FLP Cabang Kampar, Nenny Litania, mengatakan kegiatan tersebut merupakan cara komunitas literasi menyampaikan solidaritas terhadap Palestina melalui kekuatan kata dan karya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa puisi tidak sekadar rangkaian kata yang indah, tetapi juga dapat menjadi suara kemanusiaan. Melalui puisi, kami menyampaikan kepedulian, doa, dan dukungan bagi saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.

Pada sesi inti acara, lima perwakilan anggota FLP membacakan puisi bertema Palestina. Salah satu puisi wajib yang dibacakan berjudul “Jantung yang Berdetak dalam Batu” karya Helvy Tiana Rosa, disusul dengan karya-karya dari anggota FLP lainnya.

Setiap bait puisi yang dilantunkan menghadirkan suasana haru sekaligus mengingatkan bahwa penderitaan rakyat Palestina merupakan luka kemanusiaan yang dirasakan bersama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi kemanusiaan yang mengajak peserta merenungkan makna solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Suasana semakin khusyuk saat seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan serta kemerdekaan Palestina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....