BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Tahun Ini Meningkat
- 06 Mar 2026 07:55 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini diperkirakan lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan usai mengikuti apel siaga karhutla nasional di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kondisi curah hujan tahun ini tercatat berada di bawah normal sehingga meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa.
Menurutnya, sejumlah daerah seperti Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat saat ini sedang memasuki periode yang disebut sebagai kemarau kecil. Pada fase ini masih terdapat potensi hujan, namun intensitasnya tidak merata dan berlangsung dalam waktu singkat.
“Curah hujan tahun ini berada di bawah normal, sehingga kita harus bersiap menghadapi potensi karhutla yang diprediksi lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Faisal menambahkan, puncak musim kemarau di wilayah tersebut diperkirakan akan terjadi pada periode Juni hingga Agustus. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi sejak dini agar potensi kebakaran tidak meluas.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG masih membuka peluang melakukan penyemaian awan untuk memicu turunnya hujan di sejumlah wilayah. Upaya tersebut bertujuan menjaga kelembapan lahan agar tidak mudah terbakar.
“Selama kondisi memungkinkan, penyemaian awan dapat dilakukan untuk membantu menurunkan hujan sehingga tanah tetap lembap,” katanya.
Selain itu, BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca secara intensif. Dalam upaya pencegahan karhutla, lembaga tersebut juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Kerja sama lintas lembaga ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran, terutama di daerah rawan karhutla di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....