Pemerintah Salurkan Bantuan Peralatan Karhutla untuk Riau
- 06 Mar 2026 07:45 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah pusat memperkuat kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dengan menyalurkan bantuan peralatan senilai Rp1 miliar. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petugas di lapangan dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Caniago, dalam kegiatan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla yang berlangsung di Lapangan Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis 5 Maret 2026.
Peralatan yang disalurkan antara lain kendaraan truk serbaguna, motor trail, serta ratusan perangkat komunikasi handy talky (HT). Sarana tersebut akan dimanfaatkan untuk menunjang mobilitas petugas serta memperkuat koordinasi antar tim di lapangan.
Bantuan tersebut diterima oleh Kepala BPBD Riau Edy Afrizal dan disaksikan oleh Penjabat Gubernur Riau SF Hariyanto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Menko Polkam Djamari Caniago mengatakan, dukungan peralatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah yang memiliki potensi kerawanan karhutla, termasuk Riau yang memiliki wilayah gambut cukup luas.
Ia menegaskan bahwa penguatan sarana dan prasarana sangat penting dalam upaya mitigasi bencana, sehingga respons petugas dapat dilakukan dengan lebih cepat ketika terjadi titik api.
“Peralatan ini harus selalu siap digunakan agar penanganan di lapangan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Selain untuk Provinsi Riau, pemerintah pusat juga menyerahkan bantuan serupa kepada Pemerintah Provinsi Jambi guna mendukung upaya pencegahan karhutla di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Riau Edy Afrizal menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, tambahan kendaraan operasional dan perangkat komunikasi akan sangat membantu mobilisasi petugas menuju lokasi rawan kebakaran, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.
“Dengan adanya tambahan kendaraan dan alat komunikasi, koordinasi di lapangan akan semakin baik sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan lebih optimal,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam kegiatan yang sama, Menko Polkam juga memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla yang diikuti oleh personel gabungan dari berbagai instansi seperti TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga unsur perusahaan.
Dalam arahannya, Djamari menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini melalui berbagai upaya mitigasi, termasuk pemanfaatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta pengelolaan kanal-kanal di kawasan gambut untuk menjaga kelembapan tanah.
Ia juga meminta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kesiapan personel serta peralatan guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, perusahaan yang memiliki konsesi perkebunan maupun kehutanan diingatkan untuk menjalankan kewajiban dalam menyediakan sarana pencegahan karhutla di wilayah kerja masing-masing.
Menko Polkam juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....