Riau Tambah 15 Ton G zaram OMC
- 23 Feb 2026 21:38 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau kembali memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kelanjutan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya hujan buatan itu kini mendapat tambahan 15 ton garam semai untuk mendukung penyemaian awan di sejumlah wilayah rawan.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD dan Damkar Riau, Jim Gafur, mewakili Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal, menjelaskan sebelumnya pihaknya telah menerima bantuan 8,5 ton garam semai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Awalnya kita mendapat 8,5 ton. Sekarang ada tambahan lagi 15 ton untuk mendukung pelaksanaan OMC,” ujarnya Senin 23 Februari 2026.
Saat ini, pelaksanaan OMC masih difokuskan di wilayah pesisir Provinsi Riau yang mengalami penurunan curah hujan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pada Ahad 22 Februari 2026, penyemaian dilakukan di wilayah Kabupaten Siak dengan penggunaan sekitar 1 ton garam dalam satu kali sortie penerbangan.
Menurut Jim, kawasan pesisir menjadi prioritas karena selain curah hujan menurun, daerah tersebut juga didominasi lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kering.
Di sisi lain, data terbaru mencatat 11 kabupaten/kota di Riau telah terdampak Karhutla sejak awal tahun. Total luas lahan yang terbakar mencapai 1.041,74 hektare. Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.
Dari rincian tersebut, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan luasan terbakar terbesar, yakni 612,30 hektare, disusul Bengkalis 201,01 hektare dan Indragiri Hilir 64,70 hektare. Selain itu, terdeteksi 1.849 hotspot atau titik panas dengan 128 titik api.
Meski demikian, tim gabungan di masing-masing daerah dilaporkan telah berhasil mengendalikan kebakaran di lapangan. Dalam beberapa hari terakhir, hujan juga turun cukup merata di sejumlah wilayah Riau, sehingga membantu proses pemadaman dan pendinginan lahan bekas terbakar.
Pemerintah berharap tambahan dukungan logistik OMC ini mampu menjaga stabilitas cuaca dan menekan potensi meluasnya Karhutla di Bumi Lancang Kuning.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....