Anak Gajah Terperosok, Picu Belasan Gajah Mengamuk di Siak
- 22 Feb 2026 22:01 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Seekor anak Gajah Sumatra terperosok ke dalam septic tank di area mess karyawan PT Arara Abadi, Distrik Tapung, Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Minggu, 22 Februari 2026. Peristiwa tersebut diduga menjadi pemicu amukan kawanan gajah liar hingga merusak bangunan mess.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerima laporan kejadian itu dari pihak perusahaan. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang terdiri dari tenaga medis dan mahout dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas langsung diterjunkan ke lokasi.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono menjelaskan sekitar pukul 22.00–00.00 WIB karyawan sempat melihat tiga hingga empat ekor gajah berada di kawasan lindung perusahaan atau greenbelt. Keberadaan gajah di lokasi itu tergolong biasa karena merupakan jalur lintasan kelompok gajah Petapahan/Minas.
“Situasi berubah pada pukul 05.00–06.00 WIB setelah waktu sahur ketika sekitar 10 ekor gajah meraung-raung dan mengamuk. Kawanan tersebut merusak enam kamar mess sehingga para karyawan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri,” jelasnya.
Setelah kawanan gajah kembali masuk ke area greenbelt, terdengar suara teriakan anak gajah dari sekitar lokasi mess. Tim kemudian melakukan penyisiran dan menemukan seekor anak gajah betina terperosok ke dalam septic tank sedalam sekitar 2–2,5 meter.
“Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan menarik tubuh anak gajah keluar dari dalam lubang septic tank. Upaya penyelamatan berlangsung sekitar 45 menit dan anak gajah dilaporkan dalam kondisi sehat,” ujar Supartono.
Anak gajah tersebut diperkirakan berusia sekitar tujuh hari dan diduga baru saja dilahirkan di kawasan greenbelt belakang mess karyawan. Tim penyelamat segera mengembalikannya ke rombongan dan kini telah bergabung kembali dengan induknya.
Supartono menduga amukan kawanan gajah terjadi karena induk berupaya menyelamatkan anaknya yang terperangkap. Raungan anak gajah yang terjebak diduga memicu respons agresif dari kelompoknya.
Lokasi mess karyawan diketahui berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung yang menjadi jalur pergerakan kelompok gajah Petapahan. Kelompok tersebut berjumlah sekitar 11–13 individu dengan wilayah jelajah Tapung–Minas.
Berdasarkan analisis tim, rombongan gajah diperkirakan masih akan bertahan di kawasan greenbelt dalam beberapa hari ke depan. Hal itu disebabkan kondisi anak gajah yang masih sangat muda dan belum mampu berjalan jauh.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut meski sempat menimbulkan kepanikan. Namun enam kamar mess dan tiga unit sepeda motor karyawan dilaporkan mengalami kerusakan,” tuturnya.
BBKSDA Riau menyatakan kejadian ini merupakan bentuk interaksi negatif antara manusia dan satwa liar. Di sisi lain, kelahiran anak gajah juga menjadi indikasi adanya peningkatan populasi di kantong habitat Petapahan.
“Tim mitigasi akan terus memantau pergerakan kawanan gajah untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan segera melapor kepada BBKSDA atau aparat setempat jika berjumpa dengan gajah liar,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....