Pelalawan tetapkan siaga darurat Karhutla

  • 13 Feb 2026 14:40 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau menerima surat keputusan penetapan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Kabupaten Pelalawan. Langkah ini menjadi sinyal meningkatnya kewaspadaan menghadapi potensi karhutla di wilayah tersebut.

Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, hingga saat ini baru satu daerah yang telah menyerahkan SK penetapan siaga darurat, yakni Kabupaten Pelalawan. Sementara Kabupaten Bengkalis disebut tengah memproses penetapan serupa.

“Kami sudah menerima SK penetapan status siaga darurat Karhutla dari Pelalawan. Untuk Bengkalis masih dalam tahap persiapan, SK-nya belum kami terima,” ujar Jim Gafur Jumat 13 Februari 2026.

Seiring penetapan tersebut, BPBD Damkar Riau bersama Forkopimda dan instansi terkait langsung menggelar rapat koordinasi untuk membahas kemungkinan penetapan status siaga darurat Karhutla di tingkat provinsi.

Menurutnya, rapat dilakukan mempertimbangkan kondisi cuaca yang menunjukkan penurunan curah hujan serta mulai ditemukannya sejumlah titik kebakaran di beberapa daerah.

“Melihat perkembangan cuaca dan adanya kejadian karhutla di sejumlah wilayah, kami mengusulkan kepada Gubernur agar segera menetapkan status siaga darurat Karhutla tingkat Provinsi Riau,” katanya.

BPBD Damkar Riau menargetkan penetapan status tersebut dapat dilakukan dalam pekan ini. Dengan status siaga darurat provinsi, pemerintah daerah dapat segera mengajukan dukungan ke pemerintah pusat untuk memperkuat upaya penanggulangan.

“Jika sudah ditetapkan, kami akan langsung meminta bantuan pemerintah pusat berupa helikopter water bombing, helikopter patroli, serta dukungan operasi modifikasi cuaca,” ungkapnya.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons penanganan dan meminimalisir dampak kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meluas di wilayah Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....