BPBD Riau Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Panas

  • 10 Feb 2026 16:36 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau meningkatkan kewaspadaan menghadapi peralihan musim menuju cuaca panas. Langkah ini ditandai dengan pertemuan bersama seluruh kepala BPBD kabupaten/kota se-Riau guna memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Gafur, menyampaikan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Riau mulai mengalami penurunan, terutama di wilayah pesisir.

“Kami sudah mengumpulkan para kepala BPBD kabupaten dan kota untuk mengingatkan agar segera mengambil langkah antisipatif menghadapi perubahan cuaca ke musim panas,” ujar Jim Gafur, Selasa 10 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca kering tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah hotspot di sejumlah wilayah. Bahkan, beberapa titik panas telah terkonfirmasi sebagai kejadian Karhutla. Karena itu, BPBD Riau mendorong pemerintah daerah yang telah memenuhi kriteria agar segera menetapkan status darurat Karhutla.

“Hotspot terus bertambah dan sebagian sudah menjadi kebakaran. Daerah yang kondisi Karhutlanya meningkat kami imbau untuk mempertimbangkan penetapan status darurat,” katanya.

Selain kesiapsiagaan teknis, BPBD Riau juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui perlindungan lingkungan. Pemerintah daerah diminta lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat cuaca kering sangat rentan memicu kebakaran yang cepat meluas.

“Edukasi kepada masyarakat harus diperkuat, karena pada kondisi cuaca seperti ini kebakaran sangat mudah terjadi,” tuturnya.

Hingga awal tahun ini, BPBD Damkar Riau mencatat Karhutla telah terjadi di 10 kabupaten/kota. Total luas lahan yang terdampak mencapai 182,76 hektare. Daerah yang tercatat mengalami Karhutla meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.

Secara rinci, luas Karhutla terbesar tercatat di Kabupaten Bengkalis dengan 65,51 hektare, disusul Indragiri Hilir seluas 36,50 hektare dan Pelalawan 21 hektare. Sementara itu, Kota Dumai tercatat 19,52 hektare, Pekanbaru 11,58 hektare, Siak 9,55 hektare, Kampar 8,50 hektare, Kepulauan Meranti 7,90 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare, dan Indragiri Hulu 1,20 hektare.

Dari pemantauan yang dilakukan, BPBD Riau juga mencatat sebanyak 848 hotspot di seluruh wilayah Riau, dengan 79 di antaranya teridentifikasi sebagai fire spot atau titik api.

BPBD Riau menegaskan, koordinasi lintas daerah dan peningkatan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menekan potensi Karhutla selama musim panas yang mulai melanda wilayah Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....