Karhutla Meluas, BPBD Riau Ajukan TMC

  • 09 Feb 2026 10:27 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) bersiap mengajukan dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ke pemerintah pusat. Langkah ini diambil menyusul meluasnya titik kebakaran di sejumlah wilayah serta berkurangnya intensitas hujan di Riau.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, menyampaikan pihaknya akan mengusulkan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Upaya tersebut diharapkan mampu memicu peningkatan curah hujan guna membantu proses pemadaman Karhutla.

“Informasi dari BMKG menunjukkan curah hujan mulai menurun, terutama di kawasan pesisir. Karena itu, TMC menjadi salah satu opsi yang akan kami ajukan,” ujar Jim Gafur, Minggu 8 Februari 2026.

Selain TMC, BPBD Damkar Riau juga berencana mengusulkan bantuan helikopter water bombing dan helikopter patroli udara. Sarana tersebut dinilai sangat penting untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses oleh tim pemadam di darat.

“Untuk kebakaran di area tertentu yang sulit dijangkau, dukungan helikopter sangat dibutuhkan agar penanganan bisa lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Namun demikian, Jim menegaskan bahwa pengajuan bantuan ke pemerintah pusat harus didahului dengan penetapan status siaga darurat Karhutla. Saat ini, BPBD Damkar Riau masih menunggu penetapan status serupa dari pemerintah kabupaten dan kota.

“Jika sudah ada daerah yang menetapkan status siaga, maka akan kami tindak lanjuti dengan penetapan status siaga darurat Karhutla di tingkat provinsi,” katanya.

Berdasarkan laporan terbaru, Karhutla masih terjadi di lima daerah di Riau, yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, serta Kota Dumai. Seluruh lokasi tersebut saat ini masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.

Dalam upaya pengendalian Karhutla, BPBD Damkar Riau mengerahkan personel gabungan dan turut dibantu oleh sejumlah pihak swasta yang beroperasi di wilayah terdampak.

“Penanganan terus kami lakukan di Bengkalis, Meranti, Siak, Pelalawan, dan Dumai, dengan dukungan berbagai pihak,” Jim Gafur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....