Plt Gubri Lantik Dua PTP, Tekankan Profesionalisme

  • 05 Feb 2026 21:15 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, kembali melakukan pelantikan Pejabat Tinggi Pratama (PTP) atau eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Kamis sore, 5 Februari 2026 di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru. 

Dua pejabat yang dilantik yakni Yusi Prastiningsih sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau dan Renaldi sebagai Sekretaris Dewan Provinsi Riau.

Dalam arahannya, Plt Gubernur Riau menegaskan agar kedua pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta menjunjung tinggi integritas dalam bekerja.

Khusus kepada Sekretaris Dewan Provinsi Riau, SF Hariyanto meminta agar segera menuntaskan persoalan perjalanan dinas fiktif (SPPD fiktif) yang sempat mencuat. Ia juga menegaskan agar dilakukan penataan organisasi, termasuk memindahkan staf yang terbukti terlibat dalam kasus tersebut.

"Sekwan yang baru tugasnya untuk segera menyelesaikan persoalan SPPD fiktif, kalau perlu lakukan pemotongan TPP, dan bahkan jika perlu potong gajinya biar cepat selesai. Dan juga pindahkan mereka-mereka yang terlibat kasus itu," ujar SF Hariyanto. 

Sementara itu, kepada Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, Plt Gubernur menekankan pentingnya peningkatan manajemen pelayanan kesehatan. Ia mengingatkan agar tidak lagi ditemukan obat-obatan kedaluwarsa dalam jumlah besar di rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut.

"Untuk RSUD pelayanan harus terus ditingkatkan dan saya tidak ingin lagi ada menandatangani terkait dengan obat-obat yang kadaluwarsa, apalagi jumlahnya banyak," katanya. 

Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Yusi Prastiningsih, menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas sesuai arahan pimpinan. Ia juga membuka ruang masukan dari berbagai pihak demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ke depan kami akan berupaya memperbaiki sistem dan meningkatkan pelayanan, serta sangat terbuka terhadap masukan,” ujarnya.

Usai pelantikan dua pejabat eselon II ini, masih terdapat lima jabatan pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau yang belum terisi. Untuk mengisi posisi tersebut, pemerintah provinsi akan melaksanakan asesmen atau seleksi terbuka dalam waktu dekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....