Pemprov Riau Fokus Bangun Infrastruktur Jalan Strategis 2026

  • 05 Jan 2026 17:49 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Pemerintah Provinsi Riau memastikan pembangunan infrastruktur strategis tetap berlanjut pada tahun 2026, dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas jalan guna mengatasi kemacetan dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa salah satu agenda prioritas tahun ini adalah pembebasan lahan pembangunan flyover Jalan Garuda Sakti, yang selama ini dikenal sebagai kawasan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.

“Pembangunan masih berlanjut tahun ini. Salah satu yang kita mulai adalah kegiatan pembebasan lahan untuk flyover Jalan Garuda Sakti,” kata SF Hariyanto usai kegiatan di Kantor Gubernur Riau, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, proyek flyover tersebut telah memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat. Sesuai pembagian kewenangan, Pemprov Riau bertanggung jawab dalam proses pembebasan lahan, sementara pekerjaan fisik akan ditangani pemerintah pusat.

“Karena sudah disetujui pusat, maka dari awal komitmen kita adalah menyelesaikan pembebasan lahannya. Untuk fisiknya nanti dari pusat. Tahun ini mulai kita kerjakan,” katanya.

Selain Garuda Sakti, Jalan HR Soebrantas juga menjadi perhatian serius Pemprov Riau. Plt Gubernur menegaskan ruas jalan tersebut masuk dalam skala prioritas karena merupakan jalur strategis lintas daerah yang menghubungkan Sumatera Barat, Indragiri Hulu, hingga Dumai.

Ia menilai kapasitas jalan saat ini tidak lagi sebanding dengan volume kendaraan yang terus meningkat. Tanpa penanganan serius, kemacetan parah diprediksi akan semakin sering terjadi.

“Kalau tidak segera kita perbesar, kemacetan akan semakin parah. Saat ini saja kondisinya sudah padat,” ungkapnya.

Pemprov Riau juga menyiapkan langkah penataan ulang Simpang SKA Pekanbaru, tepatnya di pertemuan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai. Menurut SF Hariyanto, keberadaan flyover di kawasan tersebut belum sepenuhnya efektif mengurai kepadatan lalu lintas.

“Seharusnya flyover bisa memecah kemacetan, tapi faktanya belum optimal. Karena itu kita akan lakukan penataan ulang,” ujarnya.

Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah penghapusan lampu lalu lintas di kawasan tersebut. Arus kendaraan akan diarahkan lebih efisien, termasuk penutupan akses bawah flyover dari Jalan Nangka menuju Jalan SM Amin.

“Kendaraan dari Jalan Nangka nanti tidak langsung lurus. Bisa belok kiri dulu, naik flyover, atau putar balik di depan Kampus Muhammadiyah,” ujarnya.

SF Hariyanto berharap seluruh program infrastruktur yang direncanakan dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan pembangunan jalan dan penataan simpang menjadi bagian penting dalam meningkatkan pelayanan publik serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....