Sisa Banjir Pekanbaru, Jalan Paus Masih Tergenang Air

  • 13 Okt 2025 13:44 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru pada Minggu sore masih menyisakan genangan air di sejumlah titik hingga Senin (13/10/2025) pagi. Salah satu lokasi yang masih terendam adalah Jalan Paus, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai. Meski air sudah mulai surut, kondisi jalan masih belum sepenuhnya kering dan mengganggu aktivitas warga serta pengendara yang melintas.

Seorang warga setempat, Zulkifli, mengatakan bahwa pada malam sebelumnya, ketinggian air di kawasan tersebut mencapai paha orang dewasa

 “Tadi malam air tinggi sekali, sekitar paha orang dewasa. Sekarang sudah mulai surut, tapi masih di atas mata kaki. Kami berharap jangan hujan lagi malam ini, karena bisa naik lagi airnya,” ujarnya kepada RRI Pekanbaru.

Zulkifli menuturkan genangan cepat meluas karena saluran air di sekitar pemukiman tidak mampu menampung debit hujan yang tinggi.

Sementara itu, Asni, warga Pekanbaru yang setiap hari melintas di Jalan Paus, juga menceritakan pengalamannya saat hujan turun deras pada Minggu malam. Ia mengatakan genangan air cukup tinggi hingga membuat sepeda motornya mogok di tengah jalan.

“Semalam motor saya sempat mati karena air tinggi. Hari ini sudah mulai surut, tapi genangan masih ada di beberapa titik,” katanya. Asni menilai penyebab utama banjir di kawasan tersebut adalah drainase yang tersumbat dan kurang perawatan.

Menurut pantauan di lapangan, genangan air di Jalan Paus tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga mengancam rumah warga dan tempat usaha yang berada di sisi jalan. Beberapa warga tampak membersihkan saluran air dan menguras halaman rumah mereka dari sisa-sisa lumpur akibat banjir.

Masyarakat berharap pemerintah kota segera melakukan langkah nyata untuk menanggulangi banjir, terutama dengan memperbaiki dan memperdalam sistem drainase di kawasan rawan genangan.

“Kami harap pemerintah cepat tanggap. Jangan tunggu banjir besar dulu baru turun tangan,” ungkap Asni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....