Gubri Abdul Wahid Terima Gelar Datuk Panglimo Sati

  • 25 Agt 2025 08:35 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN, Pekanbaru: Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid resmi menerima gelar kehormatan adat Datuk Panglimo Sati Indragiri dari Lembaga Adat Nogori (LAN) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Penyematan gelar adat ini berlangsung khidmat di Gedung Abdul Rauf Teluk Kuantan, Minggu (24/8/2025), dengan dihadiri para datuk penghulu serta jajaran pejabat daerah.

Prosesi dimulai dengan pemasangan tanjak oleh Ketua Umum LAN Kuansing, Datuk Panglimo Dalam Dr. H. Suhardiman Amby MM, yang didampingi Ketua Harian LAN, Datuk Simarajo Dinardin. Acara dilanjutkan dengan penyerahan piagam, tepuk tepung tawar, dan ritual adat lainnya sebagai simbol legitimasi gelar yang disematkan.

Dalam sambutannya, Gubri Abdul Wahid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghormatan ini. Menurutnya, gelar tersebut bukan hanya sebuah simbol, melainkan amanah besar untuk menjaga marwah adat, memimpin dengan bijaksana, serta menjaga kelestarian alam.

“Setiap gelar adat mengandung petuah. Ini bukan sekadar penghormatan, tetapi pengingat agar saya terus menjaga amanah rakyat, lingkungan, dan warisan budaya Kuansing,” ujar Wahid.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan alam, khususnya sungai yang menjadi nadi kehidupan masyarakat Kuantan Singingi. Wahid menyoroti bahaya aktivitas penambangan emas ilegal yang mencemari Sungai Kuantan dan Indragiri. Pemerintah Provinsi Riau, kata dia, berkomitmen melakukan penertiban tanpa mematikan mata pencaharian masyarakat.

“Solusinya adalah menyiapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Dengan begitu, masyarakat bisa tetap menambang secara legal, ramah lingkungan, dan memberi manfaat ekonomi,” ungkapnya.

Ketua Umum LAN Kuansing, Suhardiman Amby, menilai pengukuhan gelar adat ini menjadi simbol eratnya hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat adat. “Kami melihat komitmen Pak Gubernur menjaga sungai dan tradisi pacu jalur. Karena itu gelar ini pantas diberikan sebagai bentuk penghargaan,” ujarnya.

Acara ini turut disaksikan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal SE, Forkopimda, serta para datuk penghulu se-Kuansing. Prosesi berlangsung penuh makna, menegaskan bahwa pelestarian adat dan alam adalah warisan yang harus dijaga bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....