BPBD Riau Ajak Warga Jadi Garda Terdepan Pencegahan

  • 15 Mei 2025 15:47 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN Pekanbaru: Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Memasuki pertengahan Mei 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat bahwa total luas lahan yang terbakar telah mencapai 95,08 hektare.

Meski sebagian besar titik api berhasil dipadamkan sebelum meluas, Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan bukanlah alasan untuk lengah.

“Kunci utama tetap pada pencegahan. Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak,” kata Edy dalam keterangannya, Rabu (14/5/2025).

Edy menyampaikan bahwa hampir seluruh kasus kebakaran bermula dari aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan dengan cara dibakar. Ia menekankan bahwa kebiasaan tersebut harus dihentikan jika Riau ingin terbebas dari bencana kabut asap yang kerap menghantui setiap musim kemarau.

“Kalau tidak dibakar, tidak akan terbakar. Ini soal kesadaran. Kami butuh partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Untuk meminimalisir risiko karhutla, BPBD Riau bersama instansi terkait terus memperkuat patroli darat dan udara. Tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, serta masyarakat peduli api disiagakan di titik-titik rawan. Bahkan, operasi udara menggunakan helikopter dan water bombing telah digelar di wilayah seperti Pelalawan, yang baru-baru ini dilanda kebakaran seluas lima hektare.

Edy juga menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan opsi modifikasi cuaca jika kondisi semakin memburuk. “Kami sudah siapkan 17 ton garam untuk operasi hujan buatan jika dibutuhkan,” ujarnya.

Dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang seperti sekarang, potensi penyebaran api bisa sangat cepat. Karena itu, BPBD Riau mengimbau masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas yang berisiko, terutama dengan membakar lahan.

“Dampak kebakaran bukan hanya soal hutan yang rusak, tapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, ekonomi, bahkan aktivitas pendidikan. Mari jaga bersama, karena alam Riau ini milik kita semua,” kata Edy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....