Bupati Kuansing Usul Jalur Khusus Angkutan Sawit Batu Bara
- 07 Mei 2025 11:34 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru: Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby bersama Gubernur Riau, Abdul Wahid dan kepala daerah se-Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Selasa (6/5/2025). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhy.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Riau menyoroti padatnya aktivitas di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru yang saat ini digunakan bersama oleh sipil dan militer, termasuk latihan bersama negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
"Kami berharap Bandara SSK II bisa difokuskan untuk kepentingan TNI AU, sementara bandara komersial dipindahkan ke lokasi baru yang terhubung dengan jalan tol, sesuai hasil studi kelayakan," ujar Gubernur Abdul Wahid.
Gubernur juga mengangkat isu kerusakan jalan akibat kendaraan Over Dimension and Over Load (ODOL), terutama truk pengangkut sawit dan batu bara. “Dari 4 juta hektare kebun sawit yang ada di Riau, hanya 1,2 juta hektare yang legal. Sisanya tidak menyumbang pendapatan daerah, tapi berdampak besar terhadap kerusakan jalan,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, menyampaikan bahwa kerusakan jalan akibat ODOL juga sangat dirasakan di daerahnya, terutama pada jalur lintas nasional dan provinsi. “Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Jalan kita rusak berat karena dilewati kendaraan-kendaraan besar yang melebihi kapasitas,” tegas Suhardiman.
Sebagai solusi, Suhardiman mengusulkan pembangunan jalur transportasi khusus untuk angkutan batu bara dan sawit, seperti jalur kereta api dari Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi menuju Dumai.
"Jalur alternatif ini akan mengurangi beban di jalan umum dan meminimalkan kerusakan infrastruktur," jelasnya.
Menhub Dudy Purwagandhy menyambut baik seluruh usulan tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Pusat untuk menindaklanjutinya.
“Ini komunikasi yang sangat baik. Masukan dari para kepala daerah di Riau akan kami pelajari lebih lanjut dan dibahas secara teknis agar melahirkan kebijakan transportasi yang solutif dan berkelanjutan,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....