Zakat sebagai Jembatan Kepedulian menuju Lebaran yang Bermakna

  • 17 Mar 2026 11:01 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh keberkahan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk menunaikan zakat. Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, berupa sebagian harta yang harus dikeluarkan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya.

Dikutip dari website Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam Islam, zakat tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai cara untuk membersihkan harta dan menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama. Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan menjelang Hari Raya Idulfitri, biasanya berupa bahan makanan pokok seperti beras atau nilai uang yang setara.

Sementara itu, zakat mal adalah zakat atas harta seperti uang, emas, hasil usaha, atau tabungan yang telah mencapai nisab (batas minimum) dan haul (jangka waktu tertentu). Kedua jenis zakat ini memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu mereka yang membutuhkan serta menciptakan keseimbangan dalam kehidupan sosial.

Cara menunaikan zakat fitrah cukup sederhana, namun harus dilakukan dengan benar. Setiap Muslim diwajibkan mengeluarkan zakat sebesar kurang lebih 2,5–3 kilogram bahan makanan pokok atau setara nilainya dalam bentuk uang.

Zakat ini harus ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Id agar dapat segera disalurkan kepada yang berhak. Biasanya, zakat disalurkan melalui panitia masjid atau lembaga amil zakat agar pendistribusiannya lebih merata dan tepat sasaran.

Adapun zakat mal memiliki perhitungan yang lebih rinci. Umumnya, zakat mal dikeluarkan sebesar 2,5% dari total harta yang telah memenuhi syarat nisab dan disimpan selama satu tahun.

Misalnya, seseorang memiliki tabungan yang cukup besar dan telah mencapai batas tertentu, maka ia wajib mengeluarkan sebagian dari harta tersebut sebagai zakat. Proses ini menuntut kejujuran dan kesadaran diri, karena zakat bukan sekadar kewajiban formal, melainkan tanggung jawab moral.

Dampak zakat sangat terasa ketika Lebaran tiba. Dengan adanya zakat, masyarakat yang kurang mampu dapat ikut merasakan kebahagiaan di hari raya, seperti menikmati makanan yang layak dan merayakan bersama keluarga.

Hal ini mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan suasana kebersamaan yang lebih hangat. Lebaran pun tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berkecukupan, tetapi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, zakat juga memberikan dampak jangka panjang, baik bagi penerima maupun pemberi. Bagi penerima, zakat dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar bahkan menjadi modal untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Sementara bagi pemberi, zakat melatih keikhlasan, mengurangi sifat kikir, dan meningkatkan rasa syukur. Dengan demikian, zakat di bulan Ramadan tidak hanya memperindah perayaan Lebaran, tetapi juga membangun kehidupan sosial yang lebih adil dan harmonis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....