Momentum Koreksi Ketimpangan Sosial saat Ramadan
- 24 Feb 2026 14:34 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru : Ramadan dinilai sebagai momentum strategis untuk mengoreksi ketimpangan sosial melalui redistribusi empati. Aktivitas berbagi yang meningkat selama bulan suci tidak hanya berdampak pada bantuan sosial, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
Dalam Program “Tanya Ustad” yang disiarkan di Programa 2 RRI Pekanbaru, Dahlan Tampubolon, mengatakan umat Islam berlomba-lomba menunaikan zakat, infak, dan sedekah, terutama zakat fitrah yang wajib menjelang Idul fitri. Namun, semangat berbagi tersebut seharusnya tidak berhenti pada bantuan sesaat.
| Baca juga: Wabup Kampar Safari Ramadan di Kampar Kiri |
"Distribusi bantuan perlu diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Artinya, bukan sekadar membantu ketika terjadi kesulitan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi agar masyarakat mampu bangkit secara berkelanjutan," jelas Dahlan Tampubolon, Ph.D melalui zoom meeting bersama Programa 2 RRI Pekanbaru, Sabtu 21 Februari 2026.
Dijelaskannya, secara nasional, tingkat kesenjangan ekonomi masih menjadi perhatian, sementara sebagian masyarakat masih berada di bawah garis kemiskinan. Kebutuhan menjelang Idulfitri, seperti biaya sewa, pendidikan, dan kebutuhan pokok, semakin menambah tekanan ekonomi kelompok rentan.
| Baca juga: Pj Sekda Pimpin Safari Ramadan di Tambang |
"Karena itu, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus memperluas peluang ekonomi. Masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki dapat menyalurkan bantuan, sementara penerima manfaat juga diberi ruang untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi," ujar Dahlan.
Redistribusi empati diharapkan mampu menciptakan siklus sosial yang lebih sehat. Bantuan tidak hanya mengurangi beban sementara, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan jangka panjang.
Harapannya, masyarakat yang sebelumnya menjadi penerima bantuan atau mustahik dapat bertransformasi menjadi pemberi zakat atau muzakki. Dengan demikian, Ramadan tidak hanya mengurangi ketimpangan sosial, tetapi juga membangun mobilitas ekonomi yang lebih inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....