Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat di Dunia
- 20 Feb 2026 13:51 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Durasi puasa Ramadan di setiap negara berbeda-beda tergantung pada letak geografis dan panjang waktu siang hari. Negara yang berada di belahan bumi selatan atau dekat dengan garis khatulistiwa cenderung memiliki waktu puasa yang lebih singkat dibandingkan negara di wilayah lintang tinggi.
Dilansir dari The Indian Express, berikut lima wilayah dengan durasi puasa tercepat berdasarkan rata-rata waktu berpuasa.
1. Afrika Selatan (Johannesburg & Cape Town) 11–12 Jam
Johannesburg dan Cape Town menjadi dua kota di Afrika Selatan yang memiliki durasi puasa relatif singkat, yaitu sekitar 11 hingga 12 jam. Letaknya yang berada di belahan bumi selatan membuat panjang siang hari saat Ramadan tidak terlalu lama. Umat Muslim di sana dapat menjalankan puasa dengan waktu yang lebih ringan dibandingkan negara di Eropa atau Asia bagian utara. Meski demikian, semangat Ramadan tetap terasa melalui kegiatan berbuka bersama di masjid serta tradisi berbagi makanan kepada sesama.
2. Argentina (Buenos Aires) – Sekitar 12 Jam
Buenos Aires juga termasuk wilayah dengan waktu puasa yang cepat, yaitu sekitar 12 jam. Kondisi ini terjadi karena Argentina berada di belahan bumi selatan, sehingga saat Ramadan jatuh pada musim gugur atau musim dingin, siang hari menjadi lebih pendek. Umat Muslim di Argentina menjalankan ibadah puasa dalam komunitas yang tidak terlalu besar, namun kebersamaan tetap terasa melalui kegiatan buka puasa bersama dan salat tarawih di masjid.
3. Chile (King Scott) – 11–12 Jam
King Scott di Chile menjadi salah satu wilayah dengan durasi puasa yang hampir sama dengan Afrika Selatan, yaitu sekitar 11 hingga 12 jam. Waktu puasa yang relatif singkat membuat umat Muslim di sana tetap dapat menjalankan aktivitas harian dengan lebih leluasa. Meski jumlah Muslim tidak banyak, mereka tetap menjaga tradisi Ramadan dengan kegiatan ibadah berjamaah dan berbagi makanan saat berbuka.
4. Brasil (Brasilia) – 12–13 Jam
Brasilia memiliki durasi puasa sekitar 12 hingga 13 jam. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari garis khatulistiwa membuat panjang siang dan malam relatif seimbang sepanjang tahun. Waktu puasa yang tidak terlalu panjang memungkinkan umat Muslim di Brasil tetap produktif dalam aktivitas sehari-hari. Komunitas Muslim di sana juga dikenal aktif mengadakan kegiatan sosial dan keagamaan selama Ramadan.
5. Indonesia (Jakarta) – Sekitar 12,5 Jam
Jakarta menjadi contoh wilayah dengan durasi puasa yang stabil, yaitu sekitar 12,5 jam. Posisi Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa membuat perbedaan panjang siang dan malam tidak terlalu signifikan sepanjang tahun. Hal ini memberikan keuntungan karena umat Muslim tidak mengalami perubahan durasi puasa yang ekstrem. Ritme ibadah dan aktivitas harian pun dapat dijalankan dengan lebih konsisten.
Perbedaan waktu puasa menunjukkan betapa beragamnya pengalaman Ramadan di berbagai belahan dunia. Ada negara yang menjalani puasa lebih singkat, sementara di wilayah lain durasinya bisa mencapai lebih dari 16 jam. Namun, lamanya waktu berpuasa tidak menentukan nilai ibadah seseorang. Esensi puasa tetap sama, yaitu menahan diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperbanyak amal kebaikan.
Afrika Selatan, Argentina, Chile, Brasil, dan Indonesia menjadi contoh wilayah dengan durasi puasa tercepat, yaitu berkisar antara 11 hingga 13 jam. Letak geografis yang berada di belahan bumi selatan atau dekat garis khatulistiwa menjadi faktor utama yang mempengaruhi panjangnya waktu puasa. Meskipun durasinya lebih singkat, makna dan nilai ibadah puasa tetap sama bagi umat Muslim di seluruh dunia. Ramadan tetap menjadi momen untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....