Muhammadiyah Riau Mulai Puasa Ramadhan pada 18 Februari 2026
- 18 Feb 2026 14:28 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menerbitkan Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 mengenai penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Dalam keputusan tersebut ditegaskan bahwa 1 Ramadan 1447 H bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026, sementara Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Adapun 9 Zulhijah atau Hari Arafah diperkirakan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, dan Iduladha pada Rabu, 27 Mei 2026.
Penetapan kalender ibadah tersebut didasarkan pada metode hisab wujudul hilal yang telah diselaraskan dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sistem penanggalan Islam internasional yang diputuskan dalam Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-32 di Pekalongan tahun 2024.
Menindaklanjuti maklumat itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Dr. H. Hendri Sayuti, M.Ag., menyampaikan bahwa warga Muhammadiyah di Riau akan mulai menjalankan ibadah puasa pada Rabu, 18 Februari 2026, dengan pelaksanaan salat Tarawih perdana pada Selasa malam 17 Februari 2026.
“Syukur alhamdulillah, merujuk pada keputusan Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah terintegrasi dengan Kalender Hijriah Global Tunggal, maka awal puasa Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Karena itu, warga Muhammadiyah dijadwalkan mulai melaksanakan salat Tarawih perdana pada Selasa malam di seluruh masjid Muhammadiyah maupun masjid yang mengikuti ketetapan Tarjih,” jelas Hendri Sayuti.
Ia menjelaskan bahwa keputusan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah yang telah terintegrasi dengan KHGT menjadi dasar kuat penentuan awal Ramadan tahun ini, sehingga jamaah Muhammadiyah dapat memulai rangkaian ibadah secara serentak di berbagai daerah.
Hendri juga menuturkan bahwa pemerintah biasanya menetapkan awal Ramadan melalui sidang isbat. Ia berharap pelaksanaan ibadah dapat berlangsung bersamaan, namun apabila terjadi perbedaan seperti tahun-tahun sebelumnya, kondisi tersebut dinilai sebagai hal yang wajar dan perlu disikapi secara dewasa melalui dialog terbuka mengenai metodologi penentuan awal bulan Hijriah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Muhammadiyah mendorong penggunaan sistem kalender Hijriah global yang memungkinkan keseragaman tanggal ibadah umat Islam di seluruh dunia. Prinsip satu hari satu tanggal secara internasional dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk meminimalkan perbedaan penentuan awal Ramadan setiap tahun.
Ia pun mengajak umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kekhusyukan serta menjaga sikap saling menghormati apabila terdapat perbedaan dalam penetapan awal Ramadan, sembari terus membuka ruang dialog demi tercapainya persatuan di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua LPCRM Muhammadiyah Riau, Mizan Asnawi, SE., M.Ec.Dev., menyebutkan bahwa sedikitnya 60 masjid dan musala Muhammadiyah di 12 kabupaten/kota se-Riau telah siap menggelar salat Tarawih perdana.
Puluhan rumah ibadah tersebut tersebar di berbagai daerah, antara lain Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Siak, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Bengkalis, Kepulauan Meranti, hingga Kota Dumai.
Dengan kesiapan tersebut, pelaksanaan ibadah Ramadan di lingkungan Muhammadiyah Riau diharapkan berlangsung tertib, khusyuk, serta membawa keberkahan bagi masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....