Detox Digital: Upaya Mengurangi Ketergantungan Gadget di Bulan Ramadhan
- 11 Mar 2025 09:42 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru: Di era digital yang semakin maju, gadget menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berdasarkan survei We Are Social 2023, rata-rata orang Indonesia menghabiskan delapan jam per hari menggunakan gadget, sementara generasi Z bahkan mencapai delapan jam tiga puluh menit. D
osen Fakultas Psikologi UIN Suska Riau, Dina Haya Sufya, M.Si, menekankan bahwa momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan ini melalui detox digital.
“Khususnya di bulan Ramadhan, kita harus bisa berusaha untuk fokus pada ibadah dan tidak menghabiskan waktu hanya dengan gadget. Sehingga penting untuk melakukan detox digital,” ujarnya dalam program Spada di RRI Pro 2 Pekanbaru, Selasa (11/3/2025).
Menurut Dina, detox digital tidak hanya bermanfaat dalam meningkatkan fokus beribadah, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan mental. Ia mengungkapkan bahwa arus informasi yang berlebihan dapat menimbulkan kecemasan, Fear of Missing Out (FOMO), hingga kecanduan digital.
“Banjir informasi yang kurang tersaring bisa menimbulkan kecemasan, adiksi, dan penurunan konsentrasi karena adanya distraksi dari gadget,” jelasnya.
Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat mengganggu ritme ibadah serta menyebabkan kebiasaan menunda pekerjaan, yang akhirnya berpengaruh pada produktivitas sehari-hari. Dari segi kesehatan fisik, paparan cahaya biru dari layar gadget dalam waktu lama berpotensi menimbulkan gangguan tidur, kelelahan mata, serta postur tubuh yang buruk akibat posisi duduk yang tidak ergonomis.
“Terlalu lama menggunakan gadget bisa menyebabkan mata perih, postur tubuh miring, hingga gangguan tidur karena blue light,” tambahnya.
Dina menyarankan agar masyarakat, khususnya generasi muda, mulai membatasi penggunaan gadget di malam hari guna menghindari efek negatif ini. Oleh karena itu, Dina menyarankan agar detox digital menjadi kebiasaan yang tidak hanya dilakukan selama Ramadhan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap detox digital itu tidak hanya di Ramadhan, tapi juga di waktu lainnya,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....