Mengulas Ragam Teknologi di Piala Dunia 2026 demi Menjaga Keadilan Pertandingan
- 07 Jul 2026 17:13 WIB
- Pekanbaru
Poin Utama
- Piala Dunia 2026 mengimplementasikan Semi-Automated Offside Technology (SAOT) terintegrasi penuh dengan kecerdasan buatan menggunakan puluhan kamera pelacak dan pemantauan 29 titik tubuh pemain secara real-time.
- Bola resmi pertandingan dilengkapi sensor kelembaban dan Inertial Measurement Unit (IMU) yang mampu mengirimkan data posisi bola sebanyak 500 kali per detik ke ruang kontrol pusat untuk akurasi deteksi kontak fisik yang presisi.
- Sistem manajemen penonton berbasis AI diterapkan untuk mengurai antrean di pintu masuk stadion dan memantau pergerakan suporter di tribun demi menjaga keamanan dan efisiensi penyelenggaraan kompetisi.
- Kombinasi teknologi SAOT, sensor bola, dan kamera stadion memangkas waktu tunggu peninjauan ulang insiden sehingga alur pertandingan tetap dinamis dan integritas hasil terpertanggungjawabkan secara transparan.
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Turnamen sepak bola terakbar Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi para pemain bintang dunia. Ajang ini juga menjadi momentum pembuktian implementasi berbagai teknologi digital tercanggih demi meningkatkan akurasi keputusan wasit di lapangan hijau.
Dikutip dari FIFA Technology Center, salah satu inovasi paling mutakhir yang diterapkan adalah pembaruan pada sistem Semi-Automated Offside Technology (SAOT) yang kini terintegrasi penuh dengan kecerdasan buatan. Sistem ini mengandalkan puluhan kamera pelacak khusus yang dipasang di bawah atap stadion untuk memantau pergerakan bola dan 29 titik tubuh setiap pemain secara real-time.
Data posisi dari kamera tersebut langsung diproses oleh kecerdasan buatan untuk mendeteksi momen terjadinya offside secara instan hanya dalam hitungan detik. Wasit di ruang kendali video (VAR) kemudian akan menerima alarm otomatis sebelum memberikan rekomendasi keputusan akhir kepada wasit utama yang memimpin laga.
Teknologi pendukung juga ditanamkan langsung di dalam bola resmi pertandingan melalui sensor kelembaban dan unit pengukuran inersia atau Inertial Measurement Unit (IMU). Sensor pintar berkecepatan tinggi ini mampu mengirimkan data posisi bola sebanyak 500 kali per detik ke ruang kontrol pusat pertandingan.
Kombinasi data dari sensor bola dan kamera stadion ini memastikan bahwa setiap momen kontak fisik dengan bola dapat diketahui dengan akurasi waktu yang sangat presisi. Kehadiran teknologi ini terbukti memangkas waktu tunggu peninjauan ulang insiden penting, sehingga alur jalannya pertandingan tetap terjaga dengan dinamis.
Selain teknologi di lapangan, panitia penyelenggara juga mengimplementasikan sistem manajemen penonton berbasis kecerdasan buatan untuk mengurai antrean di pintu masuk stadion. Melalui algoritma pemindaian tiket digital, pergerakan arus suporter di sekitar area tribun dapat dipantau dan diarahkan secara efisien demi menjaga aspek keamanan.
Transformasi digital yang masif pada edisi Piala Dunia kali ini berhasil menetapkan standar baru dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga internasional di masa depan. Melalui sinergi teknologi yang matang, integritas dari setiap hasil pertandingan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada seluruh pencinta sepak bola global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....