Ekonom Jerman yang Tepat Tebak 3 Piala Dunia Berturut-turut Kini Jagokan Belanda

  • 04 Jun 2026 13:40 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, London - Nama ekonom asal Jerman, Joachim Klement, kembali menjadi perbincangan dunia sepak bola setelah prediksinya mengenai juara Piala Dunia dalam tiga edisi terakhir terbukti akurat. Klement sebelumnya berhasil menebak Jerman sebagai juara pada 2014, Prancis pada 2018, dan Argentina pada 2022.

Kini, menjelang FIFA World Cup 2026, Klement kembali merilis prediksi terbarunya melalui buletin tempat ia bekerja. Dalam analisanya, ia memperkirakan Belanda akan keluar sebagai juara dunia pada turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Prediksi itu menarik perhatian publik karena rekam jejak Klement yang selama tiga edisi terakhir selalu tepat. Namun, berbeda dari peramal atau pengamat sepak bola pada umumnya, Klement mengaku menggunakan pendekatan statistik dan ekonomi makro untuk menghitung peluang setiap negara peserta.

Menurut Klement, metode yang digunakannya mengombinasikan simulasi komputer dengan sejumlah indikator yang dianggap memengaruhi kekuatan sepak bola suatu negara. Seluruh tim peserta dianalisis, kemudian dibandingkan dengan potensi lawan yang akan dihadapi sejak fase grup hingga babak final.

Dalam penjelasannya, terdapat dua aspek utama yang menjadi dasar perhitungannya. Aspek pertama berkaitan dengan faktor ekonomi dan demografi. Ia menilai Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita memiliki hubungan dengan kualitas infrastruktur sepak bola suatu negara.

Menurut Klement, negara yang semakin makmur umumnya memiliki fasilitas olahraga yang lebih baik sehingga mendukung pembinaan atlet. Namun, ia juga menilai negara yang terlalu kaya terkadang menghadapi tantangan tersendiri karena generasi mudanya memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selain sepak bola.

Selain faktor ekonomi, ukuran populasi juga menjadi variabel penting dalam model prediksinya. Negara dengan jumlah penduduk besar dinilai memiliki "kolam talenta" yang lebih luas sehingga peluang menemukan pemain berkualitas lebih tinggi. Meski demikian, faktor tersebut hanya efektif apabila sepak bola merupakan olahraga utama yang diminati masyarakat.

Aspek kedua yang digunakan Klement adalah faktor keberuntungan. Ia menyebut unsur ini memiliki bobot sekitar 45 persen dalam model perhitungannya. Faktor tersebut mencakup berbagai variabel yang sulit diprediksi, seperti cedera pemain, keputusan wasit, hingga situasi pertandingan yang tidak dapat dihitung secara matematis.

Meski demikian, Klement justru menyampaikan pernyataan yang bernada satir dalam publikasinya. Ia menulis bahwa siapa pun yang menganggap prediksinya sebagai sesuatu yang sepenuhnya serius telah berada dalam kondisi "delusi". Pernyataan itu memicu beragam reaksi dari pembaca dan penggemar sepak bola.

Sebagian kalangan menilai komentar tersebut merupakan bentuk kerendahan hati sekaligus pengingat bahwa sepak bola tetap menyimpan unsur ketidakpastian yang tinggi. Di sisi lain, ada pula yang menganggapnya sebagai sindiran terhadap kecenderungan publik yang terlalu mempercayai model statistik dalam memprediksi hasil olahraga.

Terlepas dari nada satir tersebut, rekam jejak Klement membuat prediksinya tetap menjadi perhatian. Jika ramalannya kembali terbukti benar pada 2026, maka Belanda berpeluang meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka setelah tiga kali menjadi runner-up.

Namun, perjalanan menuju trofi masih panjang. Negara-negara kuat seperti Argentina, Prancis, Spanyol, Brasil, dan Jerman tetap menjadi kandidat kuat. Karena itu, apakah prediksi Joachim Klement akan kembali tepat atau justru meleset untuk pertama kalinya, baru akan terjawab saat Piala Dunia 2026 bergulir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....