KONI Riau Fokus Enam Cabor di PON Bela Diri
- 20 Jul 2026 18:05 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau terus mematangkan langkah menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 yang akan berlangsung di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Oktober mendatang. Berbagai persiapan mulai dilakukan, mulai dari pemetaan kekuatan cabang olahraga hingga pembahasan dukungan anggaran bagi kontingen Riau.
Wakil Ketua I KONI Riau, Khairul Fahmi, mengatakan Riau akan berpartisipasi pada enam dari delapan cabang olahraga yang dipertandingkan. Menurutnya, dua cabang lainnya, yakni hapkido dan yongmoodo, belum memiliki aktivitas pembinaan yang berjalan di Riau sehingga tidak memungkinkan untuk mengirim atlet.
"Dua cabang olahraga, yaitu yongmoodo dan hapkido, saat ini tidak aktif di Riau. Karena itu, kami akan fokus pada enam cabang olahraga yang memang memiliki pembinaan dan atlet yang siap," kata Khairul Fahmi Senin 20 Juli 2026.
Enam cabang olahraga yang dipersiapkan meliputi tarung derajat, karate, pencak silat, taekwondo, judo, dan kempo. KONI Riau juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau terkait dukungan anggaran. Sebagai tahap awal, telah disiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk mendukung keikutsertaan kontingen pada PON Bela Diri 2026.
Meski demikian, mekanisme pembagian anggaran masih dalam pembahasan. Bagian Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Riau akan berkoordinasi dengan masing-masing pengurus cabang olahraga untuk menentukan skema pendanaan yang paling efektif, baik dibagi secara merata maupun berdasarkan kebutuhan dan potensi prestasi setiap cabang.
"Bagian Pembinaan Prestasi (Binpres) nanti akan berdiskusi dengan masing-masing pengurus cabang olahraga. Dari situ akan diputuskan pola pembagian anggaran yang paling efektif," ujarnya.
Khairul menegaskan seluruh cabang olahraga tidak perlu menunggu pencairan anggaran untuk memulai persiapan. Ia meminta setiap pengurus segera melaksanakan pemusatan latihan (training camp/TC) secara mandiri agar kondisi fisik, teknik, dan mental atlet tetap terjaga menjelang pelaksanaan PON Bela Diri.
"Yang terpenting atlet sudah siap ketika seleksi dilakukan dan nantinya mampu memberikan penampilan terbaik saat bertanding," katanya.
Ia optimistis semangat para atlet akan semakin meningkat setelah sebelumnya menerima uang pembinaan. Dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi tambahan agar atlet menjalani latihan secara maksimal dan mampu mempersembahkan prestasi bagi Provinsi Riau pada ajang PON Bela Diri 2026 di Manado.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....