Atlet Peparnas Riau Tagih Kepastian Sisa Bonus Prestasi
- 08 Jun 2026 16:17 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kesabaran atlet dan pelatih disabilitas Riau peraih medali Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 tampaknya mulai habis. Setelah hampir dua tahun menunggu, puluhan atlet bersama pelatih akhirnya mendatangi Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, Senin 8 Juni 2026, untuk meminta kepastian pembayaran sisa bonus prestasi yang hingga kini belum mereka terima.
Sebagian atlet yang hadir tampak menggunakan kursi roda. Mereka datang dengan harapan dapat bertemu langsung dengan Kepala Dispora Riau, Yurnalis Basri, guna memperoleh jawaban yang jelas terkait hak mereka. Namun harapan itu tidak terwujud karena kepala dinas tidak berada di tempat. Aspirasi para atlet akhirnya diterima oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Riau, Indra Rahman.
Dalam pertemuan tersebut, para atlet mempertanyakan alasan keterlambatan pembayaran bonus yang terus mengalami penundaan. Mereka menilai bonus merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan mengharumkan nama Provinsi Riau di ajang nasional.
Menanggapi tuntutan tersebut, Indra Rahman menjelaskan bahwa anggaran bonus sebenarnya telah dialokasikan dan tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Namun proses pencairannya masih harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
"Perencanaan pengajuan pencairan bonus ini insyaallah dilakukan pada Juli 2026. Seluruh administrasi sudah kami siapkan, namun pencairan tetap bergantung pada kondisi kas daerah dan koordinasi dengan pimpinan," kata Indra.
Meski demikian, penjelasan tersebut belum memberikan kepastian yang diharapkan atlet dan pelatih. Mereka mengaku sudah beberapa kali menerima informasi mengenai jadwal pembayaran bonus, namun hingga kini realisasinya belum juga terjadi.
Pelaksana Tugas (Plt) National Paralympic Committee (NPC) Riau, Indra Warman, mengatakan pihaknya sengaja mendampingi para atlet untuk mendapatkan jawaban langsung dari Dispora.
"Atlet terus mempertanyakan hak mereka. Karena itu kami datang bersama-sama untuk meminta kejelasan. Sampai hari ini kami juga belum mendapatkan informasi pasti kapan bonus tersebut dibayarkan," ujarnya.
Menurut Indra, bonus itu sangat dinantikan para atlet karena sebagian besar telah merencanakan penggunaannya untuk kebutuhan keluarga maupun pengembangan karier olahraga mereka.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya telah beberapa kali muncul janji pencairan dari pemerintah daerah, mulai dari Maret, April hingga September. Namun seluruh jadwal tersebut belum terealisasi.
"Dulu sempat dijanjikan Maret, lalu bergeser ke April, kemudian September. Sekarang disebut akan diajukan pada Juli. Kami berharap kali ini benar-benar ada realisasi," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....