Azzahra Ajukan Mutasi ke Jatim, Akuatik Riau Tegaskan Tak Menghambat

  • 30 Mei 2026 10:51 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Polemik mutasi atlet renang andalan Riau, Azzahra Permatahani, masih terus berproses. Pengurus Provinsi (Pengprov) Akuatik Riau menegaskan tidak akan menghalangi keinginan sang atlet yang berencana melanjutkan kariernya bersama Jawa Timur.

Sekretaris Umum Pengprov Akuatik Riau, Akmal Famajra, menjelaskan bahwa perjalanan mutasi Azzahra sempat mengalami beberapa perubahan tujuan. Awalnya, atlet nasional tersebut mengajukan perpindahan dari Sulawesi Tengah ke Riau, sebelum kemudian berencana bergabung dengan Jawa Barat.

Menurut Akmal, skema mutasi yang melibatkan tiga provinsi tersebut dinilai sulit direalisasikan karena tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Setelah dilakukan komunikasi dan pembinaan, Azzahra akhirnya mengubah tujuan mutasinya ke Jawa Timur.

"Awalnya ada pengajuan dari Sulawesi Tengah ke Riau, kemudian dari Riau ke Jawa Barat. Itu sangat tidak mungkin karena melibatkan tiga provinsi. Setelah kami beri pemahaman, sekarang yang bersangkutan mengajukan mutasi ke Jawa Timur," ujar Akmal Jumat 29 Mei 2026.

Ia menambahkan, saat ini proses administrasi perpindahan atlet tersebut masih berjalan. Pengprov Akuatik Riau, kata dia, tidak memiliki niat untuk menghambat proses mutasi yang diajukan Azzahra.

"Pada prinsipnya kami tidak menghalangi. Silakan saja jika memang atlet yang bersangkutan ingin pindah. Saat ini seluruh proses masih berjalan sesuai mekanisme yang ada," tambahnya.

Sementara itu, pelatih Azzahra, Irwan, mengungkapkan bahwa berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum, hingga kini Azzahra masih tercatat sebagai atlet Riau. Pihaknya mengaku telah berupaya mempertahankan atlet peraih berbagai prestasi nasional tersebut agar tetap membela Bumi Lancang Kuning.

"Kami sudah berjuang untuk mempertahankan Azzahra. Namun karena keinginan untuk pindah datang dari atlet sendiri, mau tidak mau kami harus menghormati keputusan tersebut dan melepasnya," kata Irwan.

Meski demikian, Irwan menjelaskan masih ada persoalan yang harus diselesaikan dalam proses mutasi tersebut, yakni terkait biaya pembinaan yang selama ini telah dikeluarkan oleh Riau. Sesuai ketentuan, provinsi tujuan wajib memberikan kompensasi atas biaya pembinaan atlet.

"Keputusannya, Jawa Timur harus mengganti biaya pembinaan yang telah dikeluarkan. Namun sampai sekarang belum ada kesepakatan terkait hal tersebut, sehingga prosesnya masih terus berjalan," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....