Telur Gulung, Jajanan SD yang Tetap Digemari dari Generasi ke Generasi
- 29 Jun 2026 22:05 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Di tengah maraknya berbagai makanan kekinian, telur gulung tetap menjadi salah satu jajanan yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Camilan sederhana ini identik dengan suasana sekolah dasar, pasar malam, hingga berbagai festival kuliner.
Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah di bagian luar, serta penyajiannya yang unik membuat telur gulung tidak pernah kehilangan penggemar. Telur gulung mulai dikenal sejak era 1990-an dan menjadi jajanan favorit anak sekolah.
Berbeda dengan telur dadar biasa, telur gulung dibuat dengan cara menuangkan telur yang telah dikocok ke dalam minyak panas, kemudian digulung menggunakan tusuk sate dengan gerakan memutar. Teknik tersebut menghasilkan bentuk spiral yang menjadi ciri khas jajanan ini dan masih dipertahankan oleh para pedagang hingga sekarang.
| Baca juga: Cara Membuat Egg Tart Lembut ala Bakery |
Bahan yang digunakan sebenarnya sangat sederhana, yaitu telur ayam, sedikit air, garam, penyedap rasa, dan minyak goreng dalam jumlah yang cukup banyak. Meski terlihat mudah, proses pembuatannya membutuhkan ketelitian. Suhu minyak harus benar-benar panas agar telur dapat menggulung dengan sempurna tanpa hancur. Karena itu, tidak semua orang dapat membuat telur gulung dengan hasil yang baik pada percobaan pertama.
Seiring perkembangan zaman, telur gulung hadir dalam berbagai inovasi. Kini banyak pedagang yang menambahkan isian seperti sosis, bakso, keju, crab stick, hingga potongan ayam agar tampil lebih menarik. Selain itu, pilihan saus juga semakin beragam, mulai dari saus sambal, saus tomat, mayones, hingga bumbu pedas berbagai level yang mengikuti selera konsumen.
Menurut Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, kuliner tradisional dan jajanan khas merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi daya tarik wisata. Pengembangan makanan tradisional melalui inovasi rasa, penyajian, maupun pemasaran dinilai mampu meningkatkan daya saing pelaku UMKM tanpa menghilangkan identitas kuliner Nusantara. Hal tersebut membuat jajanan sederhana seperti telur gulung tetap memiliki peluang berkembang di tengah munculnya berbagai makanan modern.
Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan bahwa keamanan pangan harus menjadi perhatian utama para pelaku usaha jajanan. BPOM menganjurkan pedagang untuk menggunakan bahan baku yang masih segar, menjaga kebersihan peralatan memasak, menghindari penggunaan minyak goreng yang telah dipakai berulang kali hingga berubah warna, serta memastikan proses pengolahan dilakukan secara higienis agar makanan tetap aman dikonsumsi masyarakat.
Popularitas telur gulung juga meningkat berkat media sosial. Banyak pelaku usaha kuliner mengemas jajanan ini dengan tampilan yang lebih modern sehingga menarik perhatian generasi muda. Bahkan, tidak sedikit yang menjual telur gulung dalam bentuk frozen atau membuka gerai khusus yang menawarkan berbagai varian rasa sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain harganya yang relatif terjangkau, telur gulung juga memiliki nilai nostalgia yang kuat. Banyak orang dewasa membeli jajanan ini bukan hanya karena rasanya, tetapi juga untuk mengenang masa kecil ketika jajanan tersebut mudah ditemukan di depan sekolah atau saat acara pasar malam. Dengan inovasi yang terus berkembang serta tetap memperhatikan keamanan pangan, telur gulung diperkirakan akan terus menjadi salah satu jajanan legendaris Indonesia yang dicintai lintas generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....