Mengenal Gyukatsu, Kuliner Jepang dengan Sensasi Crispy dan Juicy
- 29 Jun 2026 10:27 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki beragam kuliner khas yang mendunia. Selain sushi, ramen, dan tempura, ada satu hidangan yang kini semakin populer di berbagai negara, termasuk Indonesia, yaitu Gyukatsu.
Hidangan ini menawarkan sensasi berbeda dibandingkan steak ataupun tonkatsu karena menggunakan daging sapi yang hanya digoreng sebentar sehingga bagian luar menjadi renyah, sementara bagian dalam tetap lembut dan juicy. Gyukatsu berasal dari kata "Gyu" yang berarti sapi dan "Katsu" yang berarti potongan daging berbalut tepung roti yang digoreng.
Berbeda dengan tonkatsu yang menggunakan daging babi dan dimasak hingga matang sempurna, gyukatsu justru mempertahankan tingkat kematangan medium atau medium rare. Setelah dibalut tepung roti khas Jepang (panko), daging digoreng dalam waktu singkat agar lapisan luarnya garing namun bagian tengahnya tetap empuk.
| Baca juga: Burnt Cheesecake Jadi Tren Dessert Kekinian |
Keunikan lain dari gyukatsu adalah pengalaman makan yang lebih interaktif. Di banyak restoran Jepang, pengunjung akan disediakan batu panas atau grill mini di atas meja.
Daging yang masih setengah matang dapat dipanggang sendiri sesuai tingkat kematangan yang diinginkan. Cara penyajian ini membuat pengalaman menikmati makanan terasa lebih menarik sekaligus menjaga suhu daging tetap hangat selama disantap.
Selain cita rasanya, kualitas daging menjadi faktor utama dalam penyajian gyukatsu. Umumnya restoran menggunakan bagian sirloin, striploin, atau wagyu yang memiliki marbling cukup baik sehingga menghasilkan tekstur lembut dan rasa gurih alami. Lapisan tepung panko juga memberikan sensasi renyah yang berpadu dengan kelembutan daging di bagian dalam.
Gyukatsu biasanya disajikan bersama nasi putih hangat, sup miso, kol parut segar, acar, serta aneka saus pendamping seperti saus tonkatsu, mustard Jepang, wasabi, atau garam laut. Kombinasi tersebut memberikan keseimbangan rasa gurih, segar, asin, dan sedikit pedas sehingga membuat hidangan terasa lebih lengkap.
Menurut Japan National Tourism Organization (JNTO), kuliner Jepang tidak hanya mengutamakan rasa, tetapi juga memperhatikan keseimbangan nutrisi, kualitas bahan, serta estetika penyajian. JNTO menjelaskan bahwa budaya makan masyarakat Jepang sangat menghargai kesegaran bahan makanan, teknik memasak yang mempertahankan cita rasa asli, serta pengalaman menikmati makanan secara menyeluruh. Filosofi tersebut juga tercermin pada gyukatsu yang menggunakan bahan berkualitas dan proses memasak yang sederhana namun presisi.
Sementara itu, masakan Jepang atau Washoku mengedepankan penggunaan bahan segar, keseimbangan gizi, penyajian yang menarik, serta penghormatan terhadap cita rasa alami setiap bahan makanan. Teknik memasak seperti menggoreng dengan tepung panko hingga menghasilkan tekstur renyah tanpa menghilangkan kelembutan daging merupakan salah satu ciri khas kuliner Jepang yang kini semakin dikenal di dunia.
Kini gyukatsu semakin mudah ditemukan di berbagai kota besar di Indonesia. Kehadirannya menjadi alternatif bagi pencinta kuliner Jepang yang ingin menikmati sensasi daging sapi premium dengan tekstur renyah di luar namun tetap lembut di dalam. Tak heran jika menu ini menjadi favorit banyak kalangan, mulai dari anak muda hingga keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....