Kerupuk Kemplang, Kuliner Khas Sumatera Selatan yang Melegenda

  • 25 Jun 2026 06:54 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Selain pempek, Sumatera Selatan juga memiliki kuliner khas yang tak kalah populer, yaitu kerupuk kemplang. Camilan berbahan dasar ikan ini dikenal dengan cita rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah.

Tak hanya menjadi teman makan sehari-hari, kerupuk kemplang juga telah menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Sumatera Selatan dan banyak diburu sebagai oleh-oleh khas yang digemari hingga ke berbagai penjuru Indonesia. Asal-usul nama "kemplang" sendiri diambil dari teknik pembuatannya yang unik.

Dalam bahasa lokal, kata kemplang berarti dipukul atau digiling. Adonan yang terdiri dari campuran daging ikan (umumnya ikan tenggiri atau gabus), tepung tapioka, dan bumbu penyedap harus dipukul-pukul atau diketuk menggunakan cetakan agar padat dan pipih sebelum dikeringkan dan dimasak. Karakteristik ini membedakannya dari kerupuk biasa yang umumnya hanya dicetak tipis atau dipotong manual tanpa tekanan kuat.

Menariknya, kemplang tidak hanya diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak nabati, tetapi juga melalui metode tradisional yang lebih sehat, yaitu dipanggang di atas bara api. Kemplang panggang atau yang sering disebut kemplang tunu ini menghasilkan aroma smoky yang khas dan sering kali disajikan bersama cocolan sambal terasi cair yang pedas manis. Keunikan cara memasak ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang berkunjung ke wilayah Sumatera Selatan.

Dari sisi pelestarian warisan budaya, nilai histori kudapan ini tidak main-main. Menurut catatan data dari Direktorat Pelindungan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, kerupuk kemplang telah resmi tercatat sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Pengakuan negara ini menegaskan kemplang memiliki nilai historis, sosiologis, dan ekonomi yang tinggi bagi ekosistem masyarakat Sumatera Selatan sejak berabad-abad silam.

Ketenaran kemplang sebagai produk gastrodiplomasi kini mulai dilirik oleh dunia internasional. Dalam sebuah ulasan mengenai peta kuliner tradisional global yang dirilis oleh platform panduan atlas makanan dunia, TasteAtlas, kemplang kerap masuk dalam radar kurasi kerupuk ikan tradisional Asia Tenggara yang dinilai otentik karena konsistensi penggunaan daging ikan lokal yang segar. Pengakuan global ini membuktikan bahwa camilan tradisional berbasis maritim Indonesia memiliki potensi pasar yang luas di kancah dunia.

Bagi kesehatan, kemplang yang diolah dengan cara dipanggang menawarkan alternatif camilan yang lebih rendah lemak dibanding kerupuk goreng. Mengacu pada tabel data komposisi pangan yang dirilis oleh Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, kemplang yang berbahan dasar ikan lokal kaya akan kandungan protein yang baik untuk tubuh, asalkan dikonsumsi secara bijak dan memperhatikan kadar garam pada sambal cocolannya agar tetap aman bagi tekanan darah.

Kerupuk kemplang bukan sekadar pelengkap hidangan di meja makan, melainkan representasi kecerdasan lokal masyarakat Sumatera Selatan dalam mengolah hasil perikanan. Menjaga eksistensi kemplang berarti turut merawat warisan budaya bangsa yang bernilai ekonomi tinggi. Menikmati sepotong kemplang hari ini adalah cara sederhana kita untuk terus mencintai dan melestarikan kekayaan kuliner Nusantara yang telah mendunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....